Opini
Opini: Menjaga Budi Pekerti Melayu di Era Globalisasi
Budi pekerti bukan hanya sekadar norma sosial, tetapi juga sebagai sumber pencerahan dan petunjuk bagi individu dalam menjalani kehidupan
Menjaga Budi Pekerti Melayu di Era Globalisasi
Oleh: Otoman
Dosen Sejarah Peradaban Islam
Fakultas Adab & Humaniora UIN Raden Fatah Palembang
"Budi pekerti menjadi Cahaya. Menuntun langkah dalam setiap masa. Hidup bersih penuh rasa. Masyarakat sejahtera, harmoni kita."
(Syed Muhammad Naquib al-Attas, Islam dan Budi Pekerti, 1995).
Pantun di atas menyajikan refleksi mendalam tentang peran budi pekerti dalam kehidupan masyarakat. Dalam pantun ini, budi pekerti diibaratkan sebagai "cahaya."
Metafora ini mengisyaratkan bahwa budi pekerti bukan hanya sekadar norma sosial, tetapi juga sebagai sumber pencerahan dan petunjuk bagi individu dalam menjalani kehidupan. Cahaya, dalam konteks ini, melambangkan kejelasan, kebijaksanaan, dan arah yang benar.
Budi pekerti yang baik menjadi panduan yang menuntun langkah-langkah individu agar tidak tersesat dalam tindakan dan pilihan yang keliru.
Frasa "menuntun langkah dalam setiap masa" menunjukkan bahwa nilai-nilai budi pekerti bersifat universal dan timeless.
Artinya, ajaran tentang budi pekerti tetap relevan di semua zaman, berfungsi sebagai pedoman moral yang harus dipegang teguh oleh setiap individu.
Dalam konteks ini, kita bisa menyimpulkan bahwa penguatan budi pekerti dapat membentuk karakter dan perilaku individu, sehingga mereka mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.
Bagian terakhir dari pantun ini, "masyarakat sejahtera, harmoni kita," menekankan hubungan antara budi pekerti dan kesejahteraan sosial.
Masyarakat yang dipenuhi dengan individu-individu yang berpegang pada nilai budi pekerti akan menciptakan lingkungan yang harmonis dan sejahtera.
Ini menggambarkan bagaimana budi pekerti dapat menjadi fondasi bagi interaksi sosial yang positif, di mana setiap orang saling menghormati dan membantu satu sama lain.
Pantun ini mengandung pesan yang sangat penting tentang peran budi pekerti dalam kehidupan masyarakat. Sebagai "cahaya" yang menuntun langkah, budi pekerti memiliki potensi untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera dan harmonis.
Namun, untuk mewujudkan ideal tersebut, diperlukan komitmen dari individu dan masyarakat untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, budi pekerti bukan hanya menjadi ungkapan indah dalam puisi, tetapi juga menjadi realitas yang harus diupayakan dan diperjuangkan bersama.
Era globalisasi telah membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam konteks budaya dan nilai-nilai masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Otoman-Dosen-UIN-RF-Palembang.jpg)