Polemik Pasar 16 Ilir Palembang

3 Fakta Revitalisasi Pasar 16 Ilir Palembang, Pedagang Ogah Direlokasi Harga Sewa Kios Ratusan Juta

Berikut 3 fakta polemik Pasar 16 Ilir Palembang yang hingga kini tak kunjung temui titik terang, Kamis (29/8/2024).

Penulis: Odi Aria | Editor: Odi Aria
Kolase
3 Fakta Polemik Pasar 16 Ilir Palembang, Pedagang Ogah Direlokasi Harga Sewa Kios Ratusan Juta 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berikut 3 fakta polemik Pasar 16 Ilir Palembang yang hingga kini tak kunjung temui titik terang, Kamis (29/8/2024).

Para pedagang Pasar 16 Ilir Palembang masih ngotot ogan direlokasi tempat mereka berjualan lantaran pasar legend di kota pempek tersebut akan direvitalisasi.

Sementara itu, Pemkot Palembang meminta agar pedagang Pasar 16 Ilir harus tetap pindah bagaimana pun caranya.

Hal ini dilakukan agar revitalisasi Pasar 16 Ilir Palembang berjalan lancar karena jika masih ada pedagang yang berada di pasar akan membahayakan pedagang.

Berikut 3 fakta tentang polemik revitalisasi Pasar 16 Ilir Palembang:

  1. Bakal Direvitalisasi

Pj Walikota Palembang, Ucok Abdulrauf Damenta menegaskan pedagang Pasar 16 Ilir harus tetap pindah bagaimana pun caranya saat dilakukan revitalisasi.

Sebab, bisa saja material bangunan gedung akan jatuh dan mengenai pedagang atau juga pengunjung pasar saat proses revitalisasi berlangsung.

"Revitalisasi Pasar 16 Ilir harus tetap berjalan karena direlokasi juga sudah ada tempatnya bukan cuma diusir saja begitu tapi juga sudah disiapkan lapaknya," kata Pj Walikota Palembang A Damenta, Selasa (28/8/2024).

Damenta mengatakan tidak ada alasan pedagaang tidak mau pindah karena Sertifikat Hak Milik (HGB) sudah habis masanya sehingga revitalisasi harus terus tetap berlangsung.

Jika pedagang menolak pindah maka akan diserahkan ke hukum penangannya karena jelas aturan dan hukumnya.

Damenta mengatakan pemkot Palembang juga sudah memberikan solusi dengan memberikan subsidi biaya sewa kios yakni Rp 180 juta untuk harga kios yang paling bawah.

Biaya itu termasuk murah karena dibagi 25 tahun sehingga sehingga biaya yang harus dibayarkan setiap harinya hanya Rp 20 ribu saja sehari.

"Subdisi itu sudah murah jadi tidak ada alasan lagi pedagang tidak mau direlokasi," ujar Damenta.

2. Pedagang tak Mau Pindah

Pedagang pasar 16 Ilir Palembang menolak direlokasi ke Tempat Pemindahan Sementara (TPS) yang berada di komplek parkiran bawah Jembatan Ampera atau Kedai Makwo.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved