Pilkada Sumsel 2024

LKPI: Herman Deru Justru Mendominasi Pemilih Prabowo-Gibran, Ini Alasannya

Pemilih pasangan presiden dan cawapres terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka lebih banyak mengalir ke calon gubernur Sumsel Herman Deru

Tayang:
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Abdul Hafiz
Handout
Bakal Calon Gubernur Sumsel H Herman Deru 

Faktor figure/sosok H Herman Deru sebagai perhatian pada rakyat justru menghapus semua persepsi yang dibangun lawan-lawan kompetitorya, terutama pada pilihan partai politik yang berbeda dan suku/etnis.

Hal ini terlihat sebaran pemilih dari partai politik dengan pilihan calon gubernur. Mayoritas di atas 50 persen pemilih partai politik menjatuhkan muara pilihan calon gubernur pada H Herman Deru.

Kondisi ini merupakan salah satu indikator bahwa H Herman Deru sangat dinamis menarik pemilih dari partai politik manapun.

“Meskipun H Herman Deru sebagai ketua DPW partai Nasdem, tetapi sebaran pemilih partai politik lainnya lebih besar memilih H Herman Deru. Angkanya juga cukup fantastis, di atas 50 persen pemilih partai politik lainnya memilih H Herman Deru sebagai calon gubernur," terang Arianto.

Ritme elektabilitas sebaran partai politik ini bisa dipertahankan bahkan meningkat kalau dilihat dari trend elektabilitas sebaran pemilih ke H Herman Deru meskipun tidak lagi menjabat sebagai gubernur Sumatera Selatan.

Ketika ditanya media elektabilitas H Herman Deru saat ini, mantan auditor survei capres partai Demokrat ini mengatakan untuk saat ini H Herman Deru masih unggul dari calon gubernur yang akan maju pada pilkada Sumsel.

Keunggulan elektabilitas H Herman Deru masih signifikan secara statistic meskipun sudah tidak lagi menjabat sebagai gubernur Sumsel.

"Elektabilitas H Herman Deru masih kuat, berkisar antara 56 persen hingga 68 persen pada saat survei digelar (akhir April 2024)," katanya.

Ritme elektabilitas yang kuat tentunya harus membuat calon gubernur lainnya lebih bekerja ekstra keras untuk menyalip elektabilitas H Herman Deru.

Butuh gerakan sosialisasi yang sporadis dan massive bagi calon gubernur lain karena ketertinggalan elektabilitas yang jaraknya semakin melebar.

Kalau gerakan sosialisasi calon lainnya biasa-biasa saja, sulit untuk menyalip elektabilitas H Herman Deru. Apalagi mantan Bupati OKU Timur dua periode ini merupakan sosok/figure yang frekuensi sosialisasinya sangat gencar sekali.

"Selain itu, pilkada yang terus menyisakan waktu yang semakin dekat harus dipertimbangkan calon lain untuk maju karena gerakan sosialisasi harus tidak boleh sama frekuensinya dengan H Herman Deru,” pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved