Pilkada 2024
Mungkinkah Terjadi Head to Head Antara HD dan MY? Pilgub Sumsel 2024 Lebih Berwarna
berpisahnya Herman Deru dengan Mawardi Yahya membuat peta persaingan kandidat Gubernur Sumsel periode 2025 - 2030 lebih terbuka dan lebih hangat.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dengan berpisahnya H Herman Deru (HD) dengan H Mawardi Yahya (MY) pada Pilkada Sumsel 2024, membuat peta persaingan kandidat Gubernur Sumsel periode 2025 - 2030 lebih terbuka dan lebih hangat.
"Karena kans keterpilihan para kandidat menjadi kembali fifty-fifty. Berbeda kalau HDMY masih bersatu, diprediksi peluang mereka untuk terpilih di atas 50 persen," ungkap Pemerhati Sosial Politik, Drs H Iklim Cahya MM, Senin (15/4/2024).
Menurut mantan wartawan senior Sriwijaya Post ini, dengan HD-MY tak lagi bersama di Pilkada yang dijadwalkan digelar 27 November 2024 nanti,
juga ada positifnya karena demokrasi akan lebih hidup dan lebih berwarna. Peminat kursi orang nomor satu di Sumsel itu terlihat lebih banyak.
Kalau melihat jumlah anggota di DPRD Provinsi Sumatera Selatan yang sebanyak 75 kursi, maka secara teoritis bisa mengusung 5 pasang calon Gubernur/Wakil Gubernur.
Karena satu paslon minimal di dukung 20 persen dari jumlah kursi yang ada. Artinya 15 kursi dapat mengusung satu pasangan calon (Paslon).
Umpama partai yang mendapat kursi pimpinan mencalonkan kadernya masing-masing, maka setidaknya ada 4 paslon. Yakni paslon dari Partai Golkar
plus rekan, paslon dari Partai Gerindra plus rekan, paslon dari partai Nasdem plus rekan, serta paslon dari PDIP plus rekan.
Saat ini yang terlihat serius mencalonkan diri baru pasangan Ir H Mawardi Yahya dan H Harnojoyo, S.Sos yang disingkat MAHAR. Mereka mengklaim setidaknya
akan diusung oleh empat Parpol. Walau keempat partai yang digadang-gadang akan mengusung mereka belum di publish secara terbuka.
Selebihnya baru terlihat akan mencalonkan diri melalui sosialisasi yang dilakukan, atau baru melalui pernyataan pers namun masih belum bersama pasangan.
Mereka adalah Ketua DPW Nasdem Sumsel H Herman Deru, SH, MM, Bupati PALI Dr Ir H Heri Amalindo, MM, mantan Walikota Palembang Ir H Eddy Santana Putra, MT,
dan mantan Bupati Empatlawang yang juga Sekretaris DPW PAN Sumsel Dr H Joncik Muhammad SSi SH MM MH.
Sedangkan sejumlah nama lainnya seperti mantan Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna, Ketua DPD Golkar Sumsel Bobby Adityo Rizaldi, Ketua DPRD Sumsel Anita Noeringhati, dan mantan Dubes RI Selandia BAru Tantowi Yahya dari Partai Golkar.
Kemudian anggota DPR RI yang juga Ketua DPP Nasdem H Fauzi Amro, dan yang lainnya seperti Bupati OKU Selatan Popo Ali Martopo, mantan Walikota Prabumulih M Rhido Yahya, sebatas hanya disebut-sebut. Belum ada pernyataan resmi dari mulut mereka.
Pilgub Sumsel
Herman Deru
Mawardi Yahya
Joncik Muhammad
Heri Amalindo
Eddy Santana Putra
Ridho Yahya
Popo Ali Martopo
Agung Firman Sampurna
Anita Noeringhati
Tunduk Perintah Megawati, Bupati Banyuasin Askolani Ogah Ikuti Retreat Kepala Daerah di Magelang |
![]() |
---|
Pengamat Bagindo: Selamat Datang Para Kepala Daerah Hasil Produk Praktek Politik Primitif |
![]() |
---|
Prabowo Lantik RDPS Walikota dan Wakil Walikota Palembang, Ini Tantangannya |
![]() |
---|
Presiden Prabowo Lantik Herman Deru-Cik Ujang, Tantangan Antara Asta Cita dan Efisiensi Anggaran |
![]() |
---|
Megawati Beri Arahan kepada 126 Kepala Daerah dari PDIP, Pemimpin Harus Turun ke Bawah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.