Berita Ogan Ilir

Wanita Warga Betung OI Ini Sudah 2 Bulan Menghilang, Pernah Didatangi Tersangka Perdagangan Orang

Orang tua Nasumi, Asri mengungkapkan bahwa putrinya itu pergi dari rumah dengan mengendarai sepeda motor.

|
Editor: Fadhila Rahma
dok pribadi
Seorang wanita yang tinggal di Desa Betung II, Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir dinyatakan menghilang sejak dua bulan lalu. 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Seorang wanita yang tinggal di Desa Betung II, Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir dinyatakan menghilang sejak dua bulan lalu.

Wanita bernama Nasumi menghilang dari rumah tepatnya pada Selasa, 13 Juni lalu.

Orang tua Nasumi, Asri mengungkapkan bahwa putrinya itu pergi dari rumah dengan mengendarai sepeda motor.

"Waktu itu suaminya tidak di rumah, bekerja di Palembang. Nasumi pergi pagi-pagi buta bawa motor," ungkap Asri saat ditemui di kediamannya, Minggu (20/8/2023).

Baca juga: Video: Driver Ojol Tak Mau Dibayar, Penumpang Nangis di Perjalanan, Haru Tahu Alasannya

Sempat berkomunikasi dengan keponakannya, Nasumi hingga kini tak diketahui keberadaannya dan tak ada kabar perihal ibu dua anak itu.

"Waktu itu dia (Nasumi) sempat telepon keponakannya. Bilang kalau motor yang dibawanya dititip di desa tetangga. Setelah itu tidak ada kabar sampai sekarang," ujar Asri.

Menurutnya, tak ada yang aneh dengan gelagat Nasumi sebelum meninggalkan rumah.

Namun Asri ingat bahwa Nasumi pernah didatangi oleh seorang wanita bernama Rita yang telah ditetapkan tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Penetapan status tersangka tersebut diumumkan oleh Polres Ogan Ilir pada Kamis, 3 Agustus lalu.

Setelah Rita ditangkap polisi karena perkara yang menjeratnya, Asri takut putrinya termasuk salah satu korban perdagangan orang.

"Nasumi juga pernah bilang ingin kerja di Malaysia, tapi tidak diizinkan suami. Itu sudah lumayan lama," ungkap Asri.

Keluarga berharap Nasumi segera kembali karena dua anaknya masih kecil-kecil memerlukan kasih sayang seorang ibu.

"Kami khawatir sekali dengan kondisi anak kami. Sudah kami laporkan ke kepala desa," kata Asri.

Sebelumnya, Kapolres Ogan Ilir AKBP H. Andi Baso Rahman menjelaskan, tersangka Rita Wati menjanjikan para korban untuk bekerja dengan upah tinggi di Malaysia.

Ada tujuh orang yang dikelabui tersangka dan terindentifikasi oleh polisi, masing-masing berinisial AF, AL, IN, SR, RSM, FT dan NT. 

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved