Sumsel Memilih

Paling Banyak Cantumkan Jumlah Dukungan di Musi Rawas, Toyeb Rakembang Nyatakan Mundur Nyalon DPD-RI

Dia mengaku urung nyalon DPD RI, karena tak dapat izin dari partai politik (Parpol) yang dinaunginya saat ini, yaitu Partai Amanat Nasiona (PAN).

Editor: Ahmad Farozi
SRIPOKU.COM/Ahmad Farozi
Toyeb Rakembang, anggota DPRD Propinsi Sumsel 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Anggota DPRD Sumsel, H Toyeb Rakembang menyatakan mundur dari pencalonan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Dia mengaku urung nyalon DPD RI, karena tak dapat izin dari partai politik (Parpol) yang dinaunginya saat ini, yaitu Partai Amanat Nasiona (PAN).

Padahal sebelumnya, H Toyeb Rakembang merupakan bakal calon DPD RI yang mencantumkan dukungan paling banyak di Musi Rawas.

Jumlah dukungan untuk nyalon DPD RI yang dicantumkannya di Musi Rawas sebelumnya, sebanyak 2.684, melebihi jumlah dukungan calon lainnya.

Baca juga: 19 Calon Anggota DPD RI Cantumkan Dukungan di Musi Rawas, Toyeb Rakembang Paling Banyak

"Iya menyatakan mundur karena tidak dapat izin dari partai (PAN)," ujar Toyib saat dikonfirmasi, Senin (23/1/2023).

Diungkapkan, dirinya ditugaskan oleh partai PAN untuk fokus bekerja sebagai anggota DPRD Sumsel dan tetap fokus untuk pencalonan DPRD Sumsel.

"Kedepan fokus kita tetap mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Sumsel dan sejauh ini tahapannya berjalan sesuai kondisi yang ada," ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, Komisioner KPU Sumsel Divisi Teknis Penyelenggara, Hendri Daya Putra mengatakan ada 21 balon DPD RI yang melakukan perbaikan dan 3 orang tidak melakukan perbaikan.

"Hanya ada satu yang mengundurkan diri, atas nama Toyeb Rakembang. Beliau sudah menyampaikan surat pernyataan pengunduran diri ke KPU,” kata Hendri pada wartawan.

Dia menyebutkan, syarat dukungan minimal yang dibutuhkan para bacalon DPD RI yakni 3.000 dukungan dalam bentuk fotokopi KTP.

"Dukungan itu harus tersebar minimal pada 9 kabupaten/kota di Sumsel. Proses selanjutnya, KPU Sumsel akan melakukan verifikasi administrasi lanjutan. Untuk mengecek kemungkinan dukungan ganda," ujarnya.

Dia mengungkapkan, untuk mengecek ada tidak dukungan yang tak memenuhi syarat seperti anggota TNI-Polri, atau belum berusia 17 tahun atau domisili diluar Sumsel, akan dilakukan verifikasi faktual oleh KPU Kabupaten/Kota.

"Setelah semua selesai, baru kemudian direkap. Jika masih ada kekurangan, para bacalon DPD masih diberikan kesempatan perbaikan tahap akhir," katanya.

"Lalu pada Maret, kita lakukan pleno penetapan calon DPD RI," tambahnya. (eko hepronis/ts)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved