Pemuda Indonesia, Mana Sumpahmu!

Para pemuda Indonesia harus ditagih janji dan sumpahnya untuk menjaga Indonesia dalam kesatuan yang melingkupi keragaman dan multikultural.

Tayang:
Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
Abdurrahmansyah (Dosen Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang) 

Data yang dikeluarkan BPS sejak tahun 2020 menunjukkan peningkatan kenakalan remaja dan perilaku kriminal yang melibatkan kaum muda Indonesia. Perilaku negatif di kalangan pemuda menyasar berbagai institusi baik formal maupun informal. Institusi formal seperti lembaga pendidikan, lembaga penegak hukum, dan lain-lain justru menunjukkan tren melakukan pelanggaran serius yang berpotensi menjadi uswah buruk bagi pembentukan karakter pemuda sebagai generasi penerus.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Logo TikTok Sripoku.com

Organisasi sosial kepemudaan yang dibentuk berdasarkan identitas masing-masing kelompok di masyarakat justru terlibat konflik yang mengarah pada vandalisme dan desktruktif. Energi generasi muda nampaknya belum digerakkan untuk kegiatan-kegiatan yang lebih kontributif bagi penyelesaiaian masalah sosial yang semakin kompleks.

Tokoh-tokoh pemuda yang seharusnya mampu berpikir idealis dan bertindak kreatif justru terlihat terjebak pada persoalan hukum dan pelanggaran regulasi yang serius. Beberapa kasus pelanggaran hukum yang akhir-akhir ini marak diberitakan justru melibatkan para pemuda. Negeri ini benar-benar berada pada posisi krisis moralitas akut yang perlu dekonstruksi dan reformulasi sistem yang berorientasi pada penguatan basis moralitas ethic.

Permasalah bangsa yang sampai saat ini masih belum terselesaikan secara sistematik seperti problem radikalisme, separatisme, intoleransi, narkoba, kerusakan lingkungan, kekerasan, dan kenakalan remaja harus segera dicarikan jalan keluarnya dengan melibatkan semua komponen bangsa termasuk kaum muda Indonesia.

Arah kebijakan pendidikan untuk strategi penguatan karakter masih terlihat ambigu dan ketidakjelasan dari sisi metodologis. Output dan Outcome pendidikan di Indonesia masih sangat kurang dalam hal penguatan berpikir kritis dan penanaman nilai-nilai kebaikan (civic values). Sebaliknya kecenderungan untuk bersikap permisif terhadap berbagai perilaku negatf semakin menguat di kalangan masyarakat.

Norma-norma kultural yang dulu efektif untuk mengikat dan membentuk sikap ketundukan orang terhadap pantangan dan tabu yang akui masyarakat sejak lama semakin dirusak dan diabaikan. Sistem hukum adat yang sejak berabad-abad ditaati yang bersumber dari local wisdom sekarang justru semakin luntur dan ditinggalkan.

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Kaum muda Indonesia terlihat menjauh dari konteks budaya lokal yang sangat kaya dengan norma dan tata nilai. Pandangan dan argumentasi keagamaan baru yang diasup kelompok-kelompok jaringan trans-nasional yang berdampak menimbulkan benturan budaya dan tata nilai justru banyak melibatkan pada generasi muda yang kurang mendapatkan didikan yang baik mengenai tradisi mereka sendiri.

Adat istiadat yang telah dibangun lama bersendikan tata nilai agama kemudian ditolak dengan alasan puritanisme dan pemurnian syariat. Padahal tradisi-tradisi yang berkembang di masyarakat merupakan produk akulturasi budaya yang kreatif sehingga identitas kultural dan substansi agama dapat berjalan dengan beriringan.

Slogan think globally but act locally, merupakan ajakan untuk menjadi masyarakat modern tanpa kehilangan identitas lokal menjadi penting untuk dipahami para generasi muda.

Para pemuda Indonesia nampaknya harus melakukan kontemplasi kultural yang panjang untuk memahami ruh dan semangat sumpah pemuda yang telah diucapkan 94 tahun yang lalu.

Kaum remaja dan pemuda Indonesia penting menyadari kelemahan nalar budaya yang selama ini menguasai perspektif cara berpikir dalam melihat ke-Indonesiaan, Kebudayaan, dan Keagamaan dalam bingkai paradigma yang utuh.

Para pemuda Indonesia harus ditagih janji dan sumpahnya untuk menjaga Indonesia dalam kesatuan yang melingkupi keragaman dan multikultural. Wallahu a’lam bi al-Shawwab.***

Update COVID-19 27 Oktober 2022.
Update COVID-19 27 Oktober 2022. (https://covid19.go.id/)
Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved