Mendidik Moral Pancasila Untuk Meneguhkan Karakter Islami

PERGULATAN pembentukan ideologi Pancasila negara di Indonesia telah melewati sejarah panjang. Dan proses demikian telah melalui diskusi

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/Istimewa
DR Abdurrahmansyah MAg / Dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Fatah. 

Oleh: Dr Abdurrahmansyah MAg
Ketua Prodi Studi Islam Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang

PERGULATAN pembentukan ideologi Pancasila negara di Indonesia telah melewati sejarah panjang. Dan proses demikian telah melalui diskusi akademik yang cukup keras dari para tokoh bangsa dari berbagai latar belakang termasuk para ulama.

Tokoh-tokoh bangsa yang mewakili kelompok umat Islam seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, KH A Wahid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, dan KH. Agus Salim telah menunjukkan komitmen untuk melahirkan Pancasila sebagai kesepakatan bersama kebangsaan.

Kompromi tokoh-tokoh Islam mengenai Pancasila sebagai ideologi negara adalah kompromi politik mengenai Islam sebagai identitas dan sekaligus sebagai sistem nilai.

Dengan demikian, polemik dan diskusi untuk mempertentangkan Pancasila dan Islam tidak relevan dan kontra produktif.

Relasi dialektis antara Pancasila dan Islam sudah final, sehingga umat Islam Indonesia harus melihat Pancasila sebagai kesepakatan bersama (kalimatun sawa) untuk membangun kemakmuran umat.

Problem kekinian mengenai Pancasila saat ini bukan pada aspek paradigma konseptual ideologis, tetapi lebih pada sisi praktis penguatan nilai-nilai luhur Pancasila dalam peri-kehidupan masyarakat Indonesia.

Fenomena makin maraknya perilaku koruptif, sadis, dan ketimpangan sosial, ketidakadilan hukum, dan seterusnya merupakan indikasi pelemahan karakter yang serius dari bangsa.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Semua lapisan masyarakat di negeri ini perlu disadarkan mengenai posisi Pancasila sebagai sumber nilai kebangsaan.

Fakta mengenai pluralitas dan multicultural di masyarakat Indonesia sangat “bhinneka” tidak perlu dipertentangkan, karena Pancasila adalah titik temu dari seluruh perbedaan suku, bahasa, agama, etnis, dan nilai-nilai lokal nusantara yang telah tumbuh dan ada sejak lama.

Bagi umat Islam, posisi yang harus diperankan saat ini adalah melakukan penguatan (strengthening) nilai-nilai Pancasila sebagai dasar moralitas kebangsaan untuk membangun kebersamaan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mendidik Nilai-nilai Pancasila untuk Meneguhkan Moralitas Keislaman Di kalangan umat Islam terutama komunitas pesantren yang diasuh dan dididik oleh para kiai dan ulama mumpuni telah selesai dalam memahami relasi Pancasila sebagai dasar negara dan prinsip ketatanegaraan Islam.

Mengajarkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Pancasila kepada para santri sama halnya dengan mengajarkan nilai-nilai akhlak Islam yang paling mendasar.

Dalam al-Qur’an dan tradisi kenabian sangat mudah mendapatkan konten mengenai prinsip ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved