Opini

Merayakan Kemenangan

KETIKA menjalankan ibadah Ramadhan terjadi perubahan dalam ritme aktivitas kaum muslimin.

Tayang:
Editor: Yandi Triansyah
Dokumen Pribadi
Dr. Hj. Uswatun Hasanah, M.Ag 

Puasa belum sepenuhnya menjadikan manusia benar-benar berbeda setelah satu bulan mengikuti latihan.

Parahnya lagi ketika Kembali di bulan Syawal berbalik ke wujud semula seolah-olah Ramadhan tidak pernah ada.


Meskipun Ramadhan tidak bisa selamanya membersamai kaum muslimin.

Namun sebagai orang yang telah berhasil melampaui latihan, mendapat predikat kembali ke fitrah dan merayakan hari kemenangan, seyogyanya senantiasa istiqomah memegang teguh pesan-pesan Ramadhan.

Sedikitnya terdapat tiga pesan Ramadhan yang harus seantiasa dilaksanakan yaitu pesan moral, sosial dan jihad.

Pesan moral yang diajarkan Ramadhan adalah bahwa kaum muslimin harus senantiasa mawas diri dan pandai mengendalikan nafsu.

Sebagai musuh terberat namun harus seantiasa dihadapi oleh manusia.

Menurut al-Ghazali terdapat empat sifat dalam diri manusia yang dapat brerkolaborasi dengan nafsu.

Tiga sifat berpotensi untuk mencelakakan dan hanya satu sifat saja yang berpotensi untuk mendapatkan kemuliaan.

Pertama sifat kebinatangan, tanda-tandanya adalah menghalalkan segala cara dan tidak memiliki malu.

Kedua sifat buas, tanda-tandanya adalah kezhaliman dan ketidakadilan. Ketiga sifat Syaithon, tanda-tandanya yaitu mempertahankan ego yang dapat menjatuhkan martabat kemanusiaan.

Jika tiga sifat tersebut mendominasi tanpa kendali maka bisa dipastikan akan terjadi kehancuran pada dirinya dan lingkungan di sekitarnya.

Satu-satunya sifat yang akan membawa manusia pada kebahagiaan adalah sifat rububiyyah.

Sifat ini ditandai dengan keimanan, ketaqwaan dan kesabaran.

Berbagai ibadah Ramadhan mengajarkan untuk membangun sifat ini yaitu disebut sebagai keshalihan spiritual.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved