Opini
Merayakan Kemenangan
KETIKA menjalankan ibadah Ramadhan terjadi perubahan dalam ritme aktivitas kaum muslimin.
Ramadhan memiliki banyak keistimewaan, diantaranya sebagai bulan pendidikan dan latihan.
Karena selama tidak kurang dari dua puluh sembilan hari, orang beriman dipanggil dan ditempa dengan berbagai ritual ibadah sehingga dapat menjadi pribadi yang tangguh secara jasmani dan ruhani.
Ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas diri, melakukan perbaikan akhlak dan perilaku.
Dalam gemblengan waktu yang cukup lama melalui berbagai bentuk peribadatan, maka wajar apabila dapat mencapai derajat tertinggi yaitu taqwa.
Sehingga tepat pada tanggal 1 Syawal mendapat ucapan “Minal Aidin Wal Faizin” yaitu kelompok orang-orang yang kembali kepada kesucian dan keberuntungan.
Pada hari itu setiap muslim di berbagai penjuru dunia dengan penuh kegembiraan merayakan hari kemenangan.
Mengenakan pakaian baru, bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat, mendapat berbagai bingkisan dan hadiah serta menikmati berbagai hidangan yang lezat.
Demi merayakan hari kemenangan kaum beriman, Allah SWT menetapkan keharaman berpuasa di 1 Syawal dan kewajiban membayar zakat fitrah.
Sebenarnya untuk bisa disebut sebagai pemenang dan merayakan kemenangan adalah disebabkan telah berhasil mengalahkan sesuatu yang menjadi lawannya.
Sesuatu yang telah membelenggu, menjajah, menyerang dan menindas.
Musuh yang utama manusia sepanjang hayat adalah hawa nafsu, sebelum akhirnya secara hakikat ia layak merayakan Idul Fitri.
Belenggu hawa nafsu Nampak begitu berat dengan kemasan memikatdan disukai banyak orang.
Pada titik demikian puasa menjadi sangat berat karena seorang yang berpuasa tidak hanya mampu menahan haus dan lapar, etapi juga mampu melawan diri sendiri yang dikuasai hawa nafsu.
Rasulullah SAW bersabda bahwa berapa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapat pahala puasa kecuali hanya lapar dan haus saja (H. R. al-Nasa’i).
Seringkali puasa hadir tanpa makna dan berlalu begitu saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ushuludin.jpg)