Breaking News

Opini

Varian Ibadah Puasa di Kalangan Umat Islam

PUASA setiap tahun datang menghampiri kita, dan secara rutinitas puasa telah menjadi ritual kolosal yang jika tidak

Tayang:
Editor: Yandi Triansyah
Dokumen Pribadi
A Rifai Abun Dosen Pasca UIN Raden Fatah Palembang 

Keempat, tipe ibadah dengan mentalitas balas budi. Ibadah pada level ini merasa bahwa Allah banyak memberikan anugerah dan nikmat kepadanya.

Implikainya orang yang beribadah semacam ini, merasa banyak berhutang budi kepada Allah, sehingga selalu merasa kurang membalas kebaikan Allah. Untung saja Allah bukanlah type Tuhan yang kapitalis yang serba itung-itungan dengan hambanya.

Betapapun banyaknya ibadah yang kita lakukan sepanjang hidup kita dalam berbagai bentuknya, ternyata tidak mampu membayar biaya sewa sepasang mata dan mengganti biaya sewa jantung sepanjang hidup kita.

Oleh karenanya, kita jangan merasa gede rasa kepada Allah, sebab ibadah yang kita lakukan itu tidak sepadan dengan karunia Allah yang mengalir pada diri kita disetiap saat.


Oleh karena itu, sudah saatnya kita merubah motiovasi ibadah kita seperti yang dilakukan oleh kalangan sufi dimana type ibadah tersebut dalam bentuk “rasa cinta” kepada Allah. Ibadah semacam ini tidak ubahnya seperti seorang pemuda yang sedang kasmaran pada kekasihnya.

Dorongan untuk bertemu kekasih bukan krena akan meporeoleh apa-apa. Melainkan agar hubungan mereka semakin hari semakin mengakar dan kuat. Ibadah semacam ini tentu saja karena didorong oleh sikap “ke-ikhlasan” yang luar biasa.

Tipe ibadah semacam inilah yang memiliki nilai dan kualitas yang paling sempurna. Dan agama menganjurkan kepada ummatnya agar segala ibadah dilakukan bertujuan untuk selalu dekat dan mendekatkan diri kepada Allah dengan didasari rasa cinta.

Semoga puasa yang kita lakukan tahun ini, termasuk ibadah pelengkap yang dilakukan selama berlangsunya ramadhan, mulai dari sholat tarawih, i’tikap di masjid, tadarus Qur’an, infak dan shodaqoh, dan juga ibadah-ibadah lainnya semata-semata sebagai wujud cinta kita kepada Allah SWT, yang berimplikasi kedalam kehidupan kita dalam bentuk revolusi mental. Dari mentalitas yang paling rendah menuju menatalitas yang lebih bermakna dan berkualitas.*

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved