Breaking News:

Dugaan Korupsi Masjid Raya Sriwijaya

Tiga Kali Sudah Seorang Profesor Sekaligus Mantan Ketua MK Mangkir Jadi Saksi Masjid Raya Sriwijaya

JPU Kejati Sumsel mengungkap ada satu nama yang sudah tiga kali tidak memenuhi panggilan untuk menjadi saksi di sidang Masjid Raya Sriwijaya.

Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/CHAIRUL NISYAH
JPU Kejati Sumsel, M Naimullah SH MH saat dikonfirmasi awak media di sela istrahat sidang, Selasa (14/9/2021). 

"Untuk saksi yang tidak bisa hadir tersebut, akan tetap kita lakukan pemanggilan ulang nantinya," jelas Naim.

Disinggung apakah akan dilakukan upaya pemanggilan paksa terhadap Jimly Asshidqie, Naimullah menjawab akan pihaknya koordinasikan dahulu.

"Karena sidang pembuktian perkara ini masih panjang juga," singkatnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Aset Eddy Hermanto Terdakwa Masjid Raya Sriwijaya Dilelang, Statusnya Sitaan Jaksa

Diberitakan sebelumnya, Sidang dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya atas terdakwa Eddy Hermanto, Syarifuddin, Dwi Kridayani dan Yudi Arminto kembali digelar.

Sidang digelar secara tatap muka diketuai oleh hakim Sahlan Effendi SH MH di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (5/10/2021).

Dalam sidang terungkap bahwa dari beberapa aset milik Eddy Hermanto yang disita oleh pihak Kejati Sumsel dilelang oleh pihak bank.

Atas proses lelang tersebut, aset berupa ruko yang berdiri di pinggir jalan besar di kawasan Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang (Depan SMA Kumbang) laku dengan harga sebesar 4 Miliar rupiah.

Hal tersebut diketahui dari keterangan saksi dari pihak Bank BJB, Risto Liuion dan Aditya M Pratomo, yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Sumsel dihadapan majelis hakim.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Terdakwa Eddy Hermanto yang hadir lngsung dalam persidangan mengatakan dirinya merasa rugi atas asetnya yang dilelang senilai 4 miliar rupiah.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved