Breaking News:

Liputan Khusus

Begini Akal Penanam Ganja di Sumsel: Tanam di Perbukitan dan Disamarkan Semak dan Kopi

Medan perbukitan yang sulit dilalui diduga menjadi keyakinan pelaku ladangnya tidak akan diketahui polisi.

Editor: Soegeng Haryadi
Sripoku.com/Edhi Amin, Handout
Kapolres Lahat bersama Kasat Narkoba Polres Lahat dan Kapolsek Tanjung Sakti saat mengamankan ladang ganja di kebun kopi Lahat 

Lokasinya banyak jauh dan jalurnya ekstrem, bahkan untuk bisa sampai ke lokasi harus menempuh waktu perjalanan berjam-jam.
IPTU F KAMIL
Kasat Narkoba Polres Pagaralam

LAHAT, SRIPO -- Beberapa kasus ladang ganja terungkap di Provinsi Sumsel. Setidaknya ada tiga daerah dimana aparat kerap menemukan dan menggerebek ladang ganja milik masyarakat, yakni Lahat, Pagaralam dan Empatlawang.

Terbaru, Senin (6/8/2021) lalu Polres Lahat berhasil mengungkap ladang ganja seluas 1,5 hektare di Desa Muara Cawang, Tanjung Sakti Pumu, Kabupaten Lahat. Tanaman tersebut tersebunyi diantara tanaman kopi milik warga.

Namun hingga kini orang yang menanam tanaman ganja tersebut, berinisial RR belum tertangkap meski polisi meminta untuk menyerahkan diri.

Menurut cerita, polisi yang akan menggerebek membutuhkan waktu 3-4 jam dengan menggunakan sepeda motor untuk mencapai lokasi.

Medan perbukitan yang sulit dilalui diduga menjadi keyakinan pelaku ladangnya tidak akan diketahui polisi. Namun hal tersebut salah dan polisi berhasil mengetahui ladang ganja tersebut.

Selain itu di Pagaralam juga pernah terungkap adanya ladang ganja seluas lebih kurang 3 hektare pada bulan Januari 2020 lalu. Ladang ganja tersebut berada di Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam. Diduga, ladang tersebut berada di dalam kawasan hutan lindung.

Setidaknya dari lahan yang tergolong luas ini, lebih kurang 3 hektare, ditemukan 300 batang ganja dengan tinggi rata-rata 50 senti meter. Sedangkan pelaku yang diamankan sebanyak tiga orang yang menaman ganja tersebut.

Kasus Lahat dan Pagaralam merupakan sedikit kasus diantara sejumlah kasus ladang ganja di Sumsel yang menjadi bukti bahwa lahan di kawasan perbukitan di provinsi ini menjadi incaran oknum penanam tanaman ganja. Dari lokasi ladang ganja yang ditemukan, biasanya cukup jauh dari permukiman masyarakat.

Untuk menjangkau ladang ganja juga tak mudah. Selain jauh dengan jarak tempuh berjam-jam, terkadang tak bisa dijelajahi dengan kendaraan, bahkan motor pun terkadang tak bisa digunakan sehingga harus berjalan kaki.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved