Buya Menjawab

Covid-19, Azab atau Ujian?

Pertanyaan kami, wabah Covid-19 azab Allah apa seperti penyakit yang diturunkan Allah untuk menguji hambanya.

Editor: Bejoroy
tribunsumsel.com/edo
Ilustrasi - Vaksinasi Covid-19 di Polsek Martapura. 

Apa kalian sudah tidak yakin dengan keutamaan memakmurkan masjid yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW.

“Sesungguhnya apabila Allah ta’ala menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi maka Allah menjauhkan penyakit itu dari orang-orang yang meramaikan masjid.” (Hadits riwayat Ibnu Asakir (juz 17 hlm 11) dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232)

“Apabila Allah menghendaki penyakit pada suatu kaum, maka Allah melihat ahli masjid, lalu menjauhkan penyakit itu dari mereka” (Riwayat Ibnu Adi (juz 3 hlm 233); al-Dailami (al-Ghumari, al-Mudawi juz 1 hlm 292 [220]); Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbihan (juz 1 hlm 159); dan al-Daraquthni dalam al-Afrad (Tafsir Ibn Katsir juz 2 hlm 341).

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Logo TikTok Sripoku.com

“Allah عز وجل berfirman: “Sesungguhnya Aku bermaksud menurunkan azab kepada penduduk bumi, maka apabila Aku melihat orang-orang yang meramaikan rumah-rumah-Ku (Masjid), yang saling mencintai karena Aku, dan orang-orang yang memohon ampunan pada waktu sahur, maka Aku jauhkan azab itu dari mereka.” (Riwayat al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman 2946)

“Apabila penyakit diturunkan dari langit, maka dijauhkan dari orang-orang yang meramaikan masjid” (Riwayat al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman [2947]; dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232). Al-Baihaqi berkata: “Beberapa jalur dari Anas bin Malik dalam arti yang sama, apabila digabung, maka memberikan kekuatan (untuk diamalkan)

Al-Imam al-Sya’bi, ulama salaf dari generasi tabi’in, رحمه الله تعالى berkata:

“Mereka (para sahabat) apabila ketakutan tentang sesuatu, maka mendatangi masjid” (Al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman (juz 3 hlm 84 2951)

Namun upaya dan ikhtiar secara medis tetap dilakukan sebelum memasuki sebuah masjid dengan mencuci tangan, melakukan sterilisasi dan meminimalisir saat berkerumun. Namun ketika sholat berjama’ah tetap saja merapatkan shap.

Orang-orang mukmin akan merasa tenang jika berada di dalam masjid, ketenangan ini sangat diperlukan dalam situasi Covid-19 ini, karena menurut Ibnu Sina ahli kedokteran Islam; Bahwa AL WAHMU NISFU AD DA’, WAL ITHMI’NAANU NISFU DAWA’, AS SHOBRU BIDAYATU AL SYIFAA’. Artina: Stres, gelisah rasa takut itu setengah dari penyakit, tenang itu setengah dari obat, dan sabar itu awal kesembuhan.

Demikian jawaban atas pertanyaan jamaah.

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved