Breaking News:

Buya Menjawab

Covid-19, Azab atau Ujian?

Pertanyaan kami, wabah Covid-19 azab Allah apa seperti penyakit yang diturunkan Allah untuk menguji hambanya.

Editor: Bejoroy
tribunsumsel.com/edo
Ilustrasi - Vaksinasi Covid-19 di Polsek Martapura. 

SRIPOKU.COM -- Assalammu'alaikum Wr Wb.
BUYA, Covid-19 ini sudah hampir 2 tahun. Pertanyaan kami, wabah ini azab Allah apa seperti penyakit yang diturunkan Allah untuk menguji hambanya.

Tolong penjelasannya Buya. Terimakasih.
08127389xxxx

Baca juga: Sisa Rp 87 Juta Belum Dibayar, RS di Medan Jelaskan Persoalan Tagihan Ratusan Juta Pasien Covid-19

Baca juga: Jangan Kebablasan, Lonjakan Kasus Covid-19 September 2 Kali Lipat Dibandingkan Januari

Jawaban
Waalaikumussalam Wr Wb.
MARI kita buka kembali lembar sejarah Rasulullah SAW dan generasi salafussholih dalam menghadapi wabah/ tho’un, apakah dari mereka ada yang sampai menutup masjid? Simak penjelasan di bawah ini:

“Sayyidah Aisyah ra bertanya pada Nabi saw tentang tha’un. Nabi Saw menceritakan bahwa sesungguhnya tha’un itu merupakan adzab yang dikirim Allah swt pada siapa yang dikehendaki, dan Allah menjadikannya rahmat bagi orang-orang mukmin. Tidaklah seseorang tertimpa tha’un, lalu berdiam di tempat dengan sabar, mengisolasi diri, mengerti tidak ada yang mengenainya selain apa yang telah ditetapkan Allah padanya, kecuali baginya ada pahala seperti mati syahid” (HR. Bukhari: 4/213, no: 3287).

Rasululullah SAW pernah menolak bersalaman dengan seorang lelaki dari delegasi Tsaqif, yang menderita kusta, yang hendak baiat kepada Nabi Muhammad SAW.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

“Dalam delegasi Tsaqif (yang akan dibai’at Rasulullah SAW) terdapat seorang laki-laki berpenyakit kusta. Maka Rasulullah mengirim seorang utusan supaya mengatakan kepadanya: “Kami telah menerima bai’at Anda. Karena itu Anda boleh pulang.” (HR. Muslim).

“Suatu ketika Umar bin Khatthab pergi ke Syam. Setelah sampai di Sargh, dia mendengar bahwa wabah penyakit sedang melanda di Syam. Maka ‘Abdurrahman bin ‘Auf mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: “Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, maka janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, janganlah kamu keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri darinya”. (Hadits Riwayat Bukhari)

Sebuah kisah diriwayatkan dari shahabat Amr bin Al-Ash RA, beliau berkata:

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved