Memahami Apa Itu Moderasi Beragama?
Peresmian Rumah Moderasi Beragama di Kampus B UIN Raden Fatah Palembang telah dilakukan Menteri Agama yang disaksikan langsung Gubernur Sumsel.
Oleh karena itu dalam studi agama-agama, perlu dikembangkan juga konsep kebenaran eksoteris yang merupakan cara untuk mencapai tujuan (esoteris).
Pada tataran eksoteriklah dapat dilakukan upaya dialog yang berdasarkan rasa hormat dan menghargai identitas masing-masing.
Sayyid Hoesen Nasr menganalogikan agama layaknya sebuah matahari, yaitu matahari sebagai tata surya adalah satu-satunya matahari manusia.
Namun dalam waktu bersamaan ia hanya merupakan salah satu dari sejumlah matahari yang ada di galaksi ini.
Terdapatnya matahari lain bukan berarti menjadikan matahari manusia kehilangan jenis kelamin dan kehilangan fungsi sebagai penerang kehidupan manusia.
Jadi, setiap tata surya memiliki matahari sendiri yang khusus.
Namun, dalam waktu yang bersamaan (salah satu matahari) dan (satu-satunya matahari) keduanya ada sekaligus.
Begitu juga halnya dengan agama, ia merupakan suatu agama (nakirah) dan sekaligus sang agama (ma’rifah).
Jika demikian, berarti agama mempunyai satu bentuk dan satu substansi.
Substansi mempunyai hak-hak yang tidak terbatas, sebab ia lahir dari Zat Yang Mutlak, sedang bentuk adalah relatif dan karena itu hak-haknya terbatas.
Jika Tuhan benar-benar ingin menyelamatkan dunia, mengapa dia membiarkan Cina dalam kegelapan berabad-abad, kata seorang Kaisar Cina dihadapan misionaris.
Logika ini sama sekali tidak membuktikan bahwa pesan agama itu salah, tetapi membuktikan bahwa secara ekstrinsik agama dibatasi oleh bentuknya.
Kenyataan ini terjadi di tubuh agama Islam, bahwa Islam menyebar begitu cepat ke seluruh dunia berkat substansinya dan invasinya terhenti karena bentuknya yang dibatasi oleh geopolitik dan budaya tertentu.
Dalam sejarah kenabian Muhammad SAW ketika menjadi pemimpin di Medinah, beliau telah meninggalkan “Legacy” (Turats) yang sangat berharga dalam kehidupan beragama yang majemuk dan plural.
Dalam Piagam Medinah yang diklaim oleh para sejarawan sebagai konstiusi tertulis pertama yang paling lengkap, tidak ada dibunyikan bahwa masyarakat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/yazwardi-jaya.jpg)