Liputan Khusus

Kasus Covid-19 di Palembang Meningkat, Pasien Isolasi Mandiri 'Buru' Tabung Oksigen Tapi Stok Habis

Sementara untuk isi ulang tabung oksigen, untuk kapasitas 1 kubik seharga Rp 40.000, sementara ukuran 1,5 kubik dijual Rp 50.000.

Editor: Soegeng Haryadi
SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT
Seorang petugas dari Amifa Medica Indonesia melakukan pengisian ulang tabung oksigen ukuran kecil, Senin (5/7/2021). Menurut petugas tersebut, meningkatnya yang akan isi ulang tabung oksigen ini dikarenakan kemarin Minggu (4/7/2021) tempat pengisian tidak buka. Untuk satu tabung ukuan kecil ini isi ulangnya sebesar Rp 50.000. 

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Dengan menggunakan tiga unit truk muatan, PT Ligasin mendistribusikan tabung oksigen tersebut ke sejumlah rumah sakit yang membutuhkan. "Untuk satu kali trip (perjalanan), bisa mengangkut 50 tabung," ujar Yakub.

Saat ini, sedikitnya ada 300 tabung oksigen yang siap didistribusikan PT Ligasin. Satu tabung memiliki kapasitas 6 kubik atau setara 150 kilogram.

"Perlu diingat, stok di gudang kami ini tidak tetap karena sirkulasi, keluar-masuk barang. Jadi jumlah 300 tabung itu kurang lebih yang ada saat ini," jelas Yakub.

Ia kembali menegaskan, sejauh ini stok tabung oksigen aman dan tidak terkendala apapun. "Makanya kemarin ada Kapolda dan Dinkes Sumsel yang meninjau langsung distribusi dan stok barang seperti apa," tegasnya.

Tiga Bulan Aman
Sedangkan owner PT Ligasin, Ronny beberapa hari lalu juga menyatakan ketersediaan oksien di Sumsel relatif aman. "Kami sebagai distributor oksigen memastikan ketersediaan oksigen di Sumsel masih aman untuk tiga bulan kedepan," Ronny, Kamis (8/7).

Lebih lanjut ia menceritakan, situasi Covid19 di Jawa lagi parah, dan supplier disana kualahan untuk menyediakan oksigen. Untuk itu mereka mintak bantuan sesama pabrikan, untuk menyediakan pasokan oksigen di Jawa.

"Saat ini posisinya cukup, kendalanya pabrik yang dimintai bantuan tersebut juga termasuk rekanan pabrik kita. Sampai saat ini memang belum ada pembatasan pengambilan. Yang ada hanya antrean saja, karena Jawa didulukan," ungkap.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Menurut Ronny, pasokan oksigen di Sumsel juga masih aman. Kalau di Jawa sejak seminggu terkakhir ini mulai meningkat permintaannya. Orang lebih ke panik, sehingga permintaannya berlipat-lipat.

"Kalau di Sumsel kebutuhan oksigen nya per bulan 200-300 ton oksigen. Estimasi bakal naik menjadi 400-500 ton per bulan, sambil berjalan. Jadi peningkatannya saat ini hampir dua kali lipat. Apalagi beberapa rumah sakit trend permintaannya naik," katanya.

Meskipun permintaan banyak menurut Ronny harga jual tidak ada kenaikan. Bertahan di harga yang ada yaitu Rp 65 ribu untuk tabung besar dan Rp 41 ribu untuk tabung kecil.

"Saat Pandemi ongkos pasti nambah. Kalau dulu sebulan sekali rapid ini setiap jalan rapid. Cost pasti ada nambah, cuma sampai saat ini kami tidak naikan harga. Kita saat ini bukan hitung-hitungan profit tapi lebih fokus penanganan pandemi," cetusnya.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved