Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Wajib WFH saat PPKM Mikro Palembang, Ini Daftar Sektor Kerjaan yang Tetap Beroperasi 100 Persen

Aktivitas kerja di rumah atau WFH sebanyak 75 persen sedangkan sisanya 25 persen WFO atau ditetapkan lain oleh pemerintah sesuai dengan peraturan

Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Anton
PPKM Mikro Palembang mulai berlaku pada Jumat (9/7/2021) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah Kota Palembang resmi memberlakukan pengetatan PPKM Mikro pada Jumat (9/7/2021).

Salah satu yang diatur dalam surat edaran Walikota Palembang Nomor 25/SE/DINKES/2021 tanggal 7 Juli 2021 tersebut yakni kegiatan di tempat kerja.

Dalam poin J kegiatan di tempat kerja dilaksanakan dengan kewajiban bagi setiap orang untuk menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan dapat didukung dengan pelaksanaan aktivitas bekerja di rumah.

Aktivitas kerja di rumah atau WFH sebanyak 75 persen sedangkan sisanya 25 persen WFO atau ditetapkan lain oleh pemerintah sesuai dengan peraturan undang-undang.

Adapun kegiatan yang bekerja yang boleh 100 persen yakni sektor kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, kontruksi dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional.

Bandara SMB II Palembang Ungkap Syarat Terbang ke Jawa dan Bali Selama Penerapan PPKM Darurat

Selain itu, kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat diantaranya pasar, toko,swalayan dan supermarket.

Para pekerja di bidang tersebut boleh kerja 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Kegiatan keagamaan di Kota Palembang turut diatur saat pengetatan PPKM Mikro diberlakukan, Jumat (9/7/2021).

Dalam poin n kegiatan keagamaan di tempat ibadah dilaksanakan dengan kewajiban bagi setiap orang untuk menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat sesuai dengan pengaturan teknis dari Kementerian Agama.

Apabila dalam kondisi zona oranye dan zona merah untuk mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.

Selain itu, kegiatan seni budaya, rapat, seminar, oertemuan luring, dan sosial masyarakat lainnya ditutup untuk sementara waktu dan dapat dioptimalkan dilakukan dengan menerapkan metode daring.

Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan pada area publik (fasilitas umum, taman umum, tempat bermain anak, tempat wisata umum atau area publik lainnya) ditutup sementara waktu.

Begitu pula dengan dengan penggunaan trasnportasi umum (kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online ojek online dan pangkalan dan kendaraan sewa rental dapat beroperasi dengan melakukan pengaturan kapasitas, jam operasional dan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

PPKM Mikro Palembang, Kegiatan Keagamaan di Tempat Ibadah Diganti dari Rumah

Resepsi Pernikahan, tak Boleh Sajikan Makanan di Tempat, saat Pengetatan PPKM Mikro di Palembang

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved