Breaking News:

Wawancara Eksklusif

30 Tahun Addie MS 'Merawat' Twilite Orchestra, Sempat Dicibir Cuma Dua Bulan: Syukur Tiada Henti

Menurut Addie tak mudah membangun sebuah grup musik orkestra, sampai-sampai banyak cibiran yang menyebut bakal cuma bertahan 2 bulan

Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Addie MS 

KOMPOSER Indonesia, Addie MS menceritakan perjalanan membangun Twilite Orchestra. Grup musik yang bermula dari ajakan untuk tampil di acara rumahan ini nyatanya telah melalang buana ke mancanegara. Addie bersama Oddie Agam dan pengusaha Indra Usmansjah Bakrie, tahun 1991 mendirikan Twilite Orchestra.

Dalam wawancara khusus dengan News Manager Tribun Network, Rachmat Hidayat dan Editor Senior Tribun Network, Hasanah Samhudi Senin (5/7), menurut Addie tak mudah membangun sebuah grup musik orkestra, sampai-sampai banyak cibiran yang menyebut bakal cuma bertahan 2 bulan. Tapi kini berbeda.

"Setiap tahun merasa bersyukur mengingat banyak temen yang mencibir 'hanya bertahan 2 bulan' sekarang udah 30 tahun, alhamdulillah," katanya. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana aktivitas Anda di tengah pandemi Covid-19?
Kesibukan selama pandemi yang mana sudah 1,5 tahun ini, amat berbeda dengan kesibukan sebelumnya. Ada aktivitas konser, performing, atau non-konser, seperti rekaman. Sekarang yang di panggung drop. Lumayan curam. Selama pandemi dua kali konser amat terbatas dengan banyak pembatasan.

Ada jenis aktivitas baru yang dulu tidak dilakukan, sekarang jadi mengasyikan. Yaitu, kegiatan lebih ke sosial. Dari bantu kiri-kanan, ada pengusaha melihat aktivitas saya ikut bantu. Ini sungguh pekerjaan nikmat, bisa menyalurkan dan melihat betapa gembira terharunya orang yang kepepet menerima bantuan. Tidak semuanya berasal dari dompetku. Setidaknya saya bisa melakukan langkah kecil. Terus rekaman masih. Bikin mars. Ini meningkat kegiatan ini. Tentunya buat lagu plus rekaman dengan orkestra, direkam secara streaming.

Baca juga: 30 Tahun Addie MS Merawat Twilite Orchestra, Sempat Dicibir Cuma Dua Bulan: Syukur Tiada Henti

Bagaimana cerita Twilite Orchestra?
Twilite Orchestra didirikan persis 30 tahun yang lalu tahun 1991. Bermula dari ajakan untuk tampil di acara Indra Bakrie, Odhie Agam, kita bertiga mendirikan. Awalnya dicibir, paling 2 bulan bertahan. Saat itu saya sedang aktif buat album Vina Panduwinata, Chrisye, dan Harvey. Jadi Twilite Orchestra inginnya fokus, saya tinggalkan job-job bikin jingle, scoring, full fokus ke musim simfonik.
Tapi tahun-tahun berikutnya saya bersyukur, dan ingat teman-teman yang bercanda taruhan paling dua bulan. Saya selalu tidak berhenti bersyukur. Sekarang sudah 30 tahun.

Bagaimana pandemi berdampak pada dunia musik?
Kalau bicara musisi ada yang pekerjaannya tampil memainkan instrumen entah di studio dan panggung. Dan ada orang yang tidak terlihat, yang kerjanya di belakang layar. Bikin komposisi, aransemen, mem-produce suatu rekaman kerjanya studio mengarahkan ini itu sound-nya begini, mixing-nya begitu, cara nyanyinya begitu. Itu tidak lebih ringan dari orang bekerja di panggung. Jadi kalau di belakang layar, masih bisa beraktivitas meski berkurang atau nambah.

Yang jelas di panggung, pemain orkes, pianis, atau kafe, itu memprihantinkan. Bahkan pengamen memprihatinkan juga, saya sedih dan selalu memikirkan mereka.Beberapa ada yang tidak punya asuransi. Sedih sebenarnya. Tapi itu yang terjadi, beberapa merasa profesi musik tidak relevan dengan perkembangan zaman. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan selesai pandemi.

Ada yang gantung biola, berganti profesi. Padahal untuk menjadi seorang profesional harus mengorbankan waktu dan lain-lain. Saya harus survive, tapi terus menyalakan api untuk berkreativitas. Kalau itu redup itu bahaya. Dengan cara buku-buku lama yang belum sempat dibaca. Atau YouTube belajar dari situ. Terus menambah ilmu, lalu mengaplikasikan. Sambil memikirkan untuk membantu mereka yang tidak bisa bergerak.

Aktivitas sosial, cukup intens. Sebelum PPKM Darurat. Saya sempatkan sebelum pulang ada ngasih sumbangan alat kesehatan, masker segala macem, mungkin tidak cukup, tapi mengingatkan sesama untuk saling memikirkan, bahwa kita bisa melalui masa sulit ini.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved