Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Jangan Sampai Seperti Pulau Jawa, IDI Sarankan Palembang Terapkan PPKM Darurat

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palembang, dr Zulkhair Ali, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk mengambil langkah cepat

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Anton
Varian Kappa terdeteksi di Sumsel, gejalanya mata memerah dan berair 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palembang, dr Zulkhair Ali, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk mengambil langkah cepat mencegah penyebaran virus varian baru.

Ia menilai, Pemkot Palembang jangan sampai lengah dan menjadi seperti Pulau Jawa yang dianggap lamban melakukan pencegahan sehingga sampai kewalahan menghadapi Pandemi Covid-19.

Untuk menekan penyebaran Covid-19, Pemkot Palembang dapat mengadopsi aturan PPKM Darurat sejak dini.

"Palembang harus berkaca dari kasus di Pulau Jawa, jangan sampai kasus Covid-19 dengan cepat melonjak. Beberapa aturan PPKM Darurat bisa kita adopsi untuk pencegahan Covid-19," ujarnya, Selasa (6/7/2021).

Ia menilai, meningkatnya kasus Covid-19 disebabkan mobilitas masyarakat yang tinggi pasca lebaran.

Masyarakat masih banyak yang melakukan liburan hingga kondangan tanpa adanya pembatasan lagi.

Menurutnya, di tengah kondisi pandemi yang semakin mengganas akibat varian baru, IDI Palembang terus gencar melakukan proses vaksinasi untuk membentuk kekebalan komunal.

Semakin banyak masyarakat yang melaksanakan vaksinasi, dapat menekan kasus pandemi Covid-19 yang terjadi di Sumsel.
Jika masyarakat tetap terpapar, mereka tidak akan mengalami penyakit yang berat.

"Semakin banyak masyarakat yang divaksinasi semakin bagus, maka akan tercipta kekebalan komunal untuk menekan angka kasus Covid-19," jelasnya.

Ia menambahkan, pemberlakuan ganjil dan genap di Palembang dianggap IDI tidak memiliki dampak signifikan untuk penekanan kasus pandemik Covid-19.

Sebab, selama ini keramaian juga sering disebabkan oleh anak-anak muda yang nongkrong hingga larut malam, mereka pada umumnya beraktivitas menggunakan motor.

"Masyarakat umumnya menggunakan motor, sedangkan aturan ganjil genap hanya untuk mengatur mobil saja," kata dr Zulkhair. (Oca)

Tak Perlu Berebut, Ternyata Susu Beruang tak Ampuh Lawan Covid-19, Begini Kata Ahli Gizi UGM

Sumsel Diserang Varian Kappa, Prof Yuwono : Kappa Tidak Lebih Menular Dibandingkan Delta

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved