Breaking News:

Varian Kappa Ditemukan di Sumsel

Ganasnya Serangan Kappa, Cuma Berpapasan Virus Langsung Masuk ke Tubuh, Sumsel Terdeteksi Satu Kasus

Bahkan kata dia, virus Covid-19 varian Kappa tersebut bisa masuk ke tubuh, walau hanya dengan berpapasan dengan seseorang yang mengidapnya.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Anton
Varian Kappa terdeteksi di Sumsel, gejalanya mata memerah dan berair 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan (Sumsel), mengkonfirmasi ada seorang warga di Sumsel terpapa virus Covid-19 varian Kappa.

Hal ini disampaikan oleh Kadinkes Sumsel, Lesty Nurainy, Senin (5/7/2021).

Terungkapnya varian Kappa masuk ke Sumsel, pasca dikirimkannya sampel Covid-19 milik warga Sumsel ke Kementerian Kesehatan.

“Virus Covid-19 varian Kappa sudah masuk ke Sumsel. Kita kan selalu random kirim sampel Covid-19 ke pusat, dan ternyata ada diantaranya yang terdeteksi virus Kappa ini,” katanya

Ahli Epidemiologi dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr Iche Andriyany Liberty, mengatakan, varian Kappa lebih cepat dan mudah menyebar.

Selain itu, juga menyebabkan infeksi saat masuk ke tubuh.

Menurut dia, pasien yang mengidap virus varian Kappa ini dapat menimbulkan gejala menyerupai campak.

Bahkan kata dia, virus Covid-19 varian Kappa tersebut bisa masuk ke tubuh, walau hanya dengan berpapasan dengan seseorang yang mengidapnya.

Saat Varian Kappa Ada di Sumsel, Prof Yuwono Minta Batasi Warga Asing Masuk Sumsel: Jangan Hanya 5M

"Berdasarkan studi, gejalanya sama saja, namun penderita Kappa matanya memerah dan berair. Kecepatan dan penularannya juga lebih cepat dari Delta berdasarkan studi," kata dia.

Dengan penularan yang lebih cepat dari varia Delta, Iche meminta masyarakat harus semakin waspada.

Keberadaan virus Delta saja sudah membuat Indonesia kelimpungan dengan meningkatnya angka kasus Covid-19, apalagi virus Kappa yang ditenggarai memiliki penularan lebih cepat.

Menurutnya, ancaman virus Corona di Indonesia ini nyata dan mudah menyebar. Oleh karena itu, mobilitas masyarakat di Sumsel sebaiknya dikurangi untuk menekan terjadi penyebaran virus corona.

"Mobilitas masyarakat kita semakin ke sini makin meningkat, lalai prokes dan vaksinasi tersendat-sendat nah ini yang bahaya. Ayo sama-sama kita taati prokes dan ikuti anjuran pemerintah," ujar Iche.

Mata Memerah Hingga Berair, Gejala Varian Kappa Mirip Campak, Satu Kasus di Ditemukan di Sumsel

BREAKING NEWS : Varian Baru Covid-19 Kappa Ditemukan di Sumsel, Waspada Penyebarannya Cepat

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved