Breaking News:

Varian Kappa Ditemukan di Sumsel

Saat Varian Kappa Ada di Sumsel, Prof Yuwono Minta Batasi Warga Asing Masuk Sumsel: Jangan Hanya 5M

Menurut dia, justru Virus Corona varian Delta yang termasuk variant of concern yang mempunyai bukti meningkatkan penularan di berbagai negara.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/MAYA CR
Proses suntik vaksin Ahli Mikrobiologi Sumsel sekaligus Direktur RS Pusri, Prof Dr dr Yuwono, M. Biomed, Senin (25/1/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Varian baru Virus Corona, yakni varian Kappa, terindenfikasi ada di Jakarta dan Sumsel sejak beberapa waktu lalu.

Virus Corona varian Kappa disebut juga dengan varian B1.617.1 yang juga ditemukan di India.

Ahli Mikrobiologi Sumsel, Yuwono, menyebutkan varian Kappa termasuk variant of interest yang memiliki pengertian terbukti memiliki dampak hanya di level laboratorium.

Penularannya pun paling jauh pada wilayah terbatas. "Varian Kappa ini tidak lebih menular dari varian Delta," ujarnya, Senin (5/7/2021).

Mata Memerah Hingga Berair, Gejala Varian Kappa Mirip Campak, Satu Kasus di Ditemukan di Sumsel

Menurut dia, justru Virus Corona varian Delta yang termasuk variant of concern yang mempunyai bukti meningkatkan penularan di berbagai negara.

"Saya malah lebih khawatir sewaktu varian Delta muncul di Sumsel. Varian itu lebih bahaya karena lebih cepat menular," jelasnya.

Saat ini, untuk meminimalisasi penularan Covid-19 yang muncul dengan berbagai varian, masyarakat diminta selalu waspada dan menerapkan 5M yakni Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas.

Namun, kata Yuwono, upaya yang mesti dimasifkan untuk menekan penularan Covid-19 yakni dengan membatasi keluar masuknya warga negara asing ke wilayah Indonesia, khususnya Sumsel.

"Penularan dari warga lokal tidak ada.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved