Artis Indonesia Mendunia

Eva Celia Latjuba: Orang-orang Lihat Gue Aneh Ngga Ya?

Di pengalaman pertamanya menjadi seorang dubber, Eva lebih banyak menerapkan konsep learning by doing.

Editor: Soegeng Haryadi
Kolase Sripoku.com
Eva Celia 

"Jadi pasti diberitahukan kayak, Eva agak lebih dewasa sedikit ya (suaranya). Mohon maaf nih, kebiasaan. Jadi awalnya memang agak kesulitan, I think it turned out good," sambung dia.

Mau Lagi jadi Pengisi Suara

Namun demikian Eva tetap sukses menjadi pengisi suara untuk karakter Namaari. Eva mengungkapkan, harus melakukan berbagai adaptasi baru saat melakukan dubbing."Untuk melakukan ini ternyata bahwa you cannot be static, you have to be dynamic," tutur Eva.

Hal pertama yang dilakukan Eva untuk memerankan karakter Namaari adalah mengenal lebih baik karakter tersebut. Eva lantas menonton film Raya and The Last Dragon berulang kali dan berfokus pada adegan-adegan milik Namaari.

"Aku sangat memperhatikan, nonton filmnya berkali-kali especially adegan-adegan si Namaari," tutur Eva.

"Aku berusaha untuk memahami motivasi dia dan her up bringing, why she says the things that she said. Why she does the things that she did. And kenapa dia harus melakukan sesuatu, itu benar-benar aku dalami banget," sambung Eva.

Selain itu, kiat sukses Eva memerankan Namaari yakni latar belakangnya yang juga seorang penyanyi. Sebagai penyanyi, Eva telah cukup dekat dan mengetahui begitu banyak teknik-teknik vokal.

Ilmu-ilmu yang diperoleh selama berlatih vokal, tutur Eva, ternyata sangat aplikatif dalam proses mengisi suara untuk karakter Namaari yang ia perankan.

"Aku belajar teknik vokal, sangat aplikatif dalam dubbing. Misal bernafas dari diafragma, support dari perut. Itu lumayan membantu ketika adegan-adegan yang lebih high intensity, atau you have to sound a little bit angry, or deeper, surprisingly itu sangat berguna.

Menurut Eva dubbing mempunyai tantangan tersendiri. Berbeda dari akting, tantangan yang paling besar dalam dubbing adalah membuat audiens percaya pada kalimat-kalimat yang dibacakan oleh sang dubber.

"Karena mimik kita tidak terlihat," ujar dia.

Setelah memerankan karakter Namaari dalam film Raya and The Last Dragon, Eva mengaku ketagihan. Dia bahkan mengaku ingin lagi melakukan dubbing atau mengisi suara untuk film-film animasi Walt Disney lainnya.

"Ternyata dubbing sangat menyenangkan. Dan jujur aku mau lagi sih kalau ada kesempatan untuk mengisi suara di film animasi Disney. aku sih let's go," kata Eva.

"Jadi menurut aku prosesnya sangat menyenangkan, melihat dari awal proses pembuatannya. Aku ketagihan. Prosesnya juga seru, lihat screen yang ada karakternya, dan you have to act it out. Itu menyenangkan banget buat aku, jadi pengin lagi," sambung dia. (tribun network lucius genik)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved