Breaking News:

Artis Indonesia Mendunia

Eva Celia Latjuba: Orang-orang Lihat Gue Aneh Ngga Ya?

Di pengalaman pertamanya menjadi seorang dubber, Eva lebih banyak menerapkan konsep learning by doing.

Editor: Soegeng Haryadi
Kolase Sripoku.com
Eva Celia 

Menjadi pengisi suara untuk karakter Namaari dalam film animasi Raya and The Last Dragon produksi Walt Disney merupakan hal yang tak pernah terbayangkan bagi artis Eva Celia Latjuba. Eva, demikian wanita blasteran Indonesia-Belanda itu dipanggil, merasa begitu terharu, bangga, sekaligus sangat senang atas kesempatan yang ia peroleh.

**********

"To be a part of something that huge itu aku kayak, really, super terharu dan bangga, happy banget pokoknya," ujar Eva saat berbincang dengan Tribun Network, Rabu (9/6).

Menjadi pengisi suara atau dubber merupakan pengalaman pertama dalam hidup Eva. Hal yang menjadi tantangan besar adalah di pengalaman pertamanya itu, Eva langsung menjadi pengisi suara untuk film animasi milik Walt Disney.

Di pengalaman pertamanya menjadi seorang dubber, Eva lebih banyak menerapkan konsep learning by doing. Tidak mudah menjadi seorang dubber. Ada begitu banyak tantangan baru yang dihadapi putri dari Sophia Latjuba itu.

Baca juga: Isi Suara Namaari di Raya and The Last Dragon, Eva Celia Latjuba jadi Super Bangga

Awalnya Eva harus mengerti bahwa melakukan dubbing perlu meletakkan emosi dan mood dalam kata atau kalimat yang dia bacakan. Itu diperlukan agar pesan dari karakter yang dia perankan bisa tersampaikan sebagaimana mestinya.

"Dubbing itu kita harus letakkan emosi kita di dalam kata-kata, to make a character comes to live. Dari gambar menjadi hidup," kata Eva.

Terkadang seorang dubber harus mengikuti gestur atau gerakan-gerakan tubuh yang dibuat oleh karakter animasi yang diperankan. Meski awalnya merasa aneh, Eva akhirnya menyadari bahwa hal demikian normal dilakukan.

Baca juga: Profil Eva Celia, Pengisi Suara di Film Raya and The Last Dragon, Prestasinya Bukan Kaleng-kaleng

"Awalnya bahkan sampai mikir, 'orang-orang lihat gue aneh engga ya?' Cuma ternyata it is normal (mengisi suara sembari mengikuti gestur tokoh animasi)," tutur Eva.

Kendala lain yang dihadapi Eva saat mengisi suara untuk karakter Namaari yakni tempo dalam membaca teks. Naskah asli film animasi Raya and The Last Dragon ditulis dalam bahasa Inggris. Sedang naskah yang menjadi acuan Eva dalam memerankan karakter Namaari berbahasa Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved