Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Pembatalan Haji 2021 Pil Pahit Penyelenggara Haji dan Umroh: Jemaah Lansia Takut tak Kesampaian

Sejumlah calon jemaah haji kecewa hingga menangis saat di kantor Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia Sumsel.

ISTIMEWA
Kabid Haji dan Umroh AMPHURI Sumsel, Ustadz Harie Madhona. 

PEMERINTAH Indonesia resmi mengumumkan pembatalan haji 2021, setelah Indonesia belum menerima kepastian penyelenggaraan haji dari Arab Saudi. Dampaknya, harapan 7.012 calon jemaah haji untuk menginjakkan kaki ke Tanah Suci kandas. Bahkan sejumlah calon jemaah haji kecewa hingga menangis saat di kantor Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sumsel. Berikut petikan wawancara Sripo dengan Kabid Haji dan Umroh AMPHURI Sumsel, Ustadz Harie Madhona.

Pemerintah pada tahun ini kembali meniadakan pemberangkatan haji dampak Covid-19, bagaimana Anda melihatnya?
Selaku penyelenggara Haji dan Umroh tentu saja kami merasa kecewa, ini merupakan pil pahit. Karena tahun ini adalah kali kedua Indonesia kembali batal memberangkatkan calon jemaah haji ke Tanah Suci.

Sejatinya pada tahun ini ada berapa jemaah asal Indonesia yang akan berangkat haji?
Jemaah haji reguler di Indonesia pada tahun ini ada 231 ribu. Sementara untuk Sumsel ada 7.012 CJH. Untuk di Sumsel paling banyak jemaah itu asal Kota Palembang.

Baca juga: Ibadah Haji 2021 Dibatalkan, Berikut Prosedur Lengkap Pengembalian Setoran Pelunasan Ibadah Haji

Baca juga: Sejak Tahun Lalu tak Manasik, Curhat Pengelola KBIH di Palembang Dampak Penundaan Haji: Pasrah

Ketika ada informasi pembatalan haji tahun ini, bagaimana respon para CJH?
Reaksi mereka beragam. Ada yang datang langsung ke kantor dan ada juga yang menelepon atau whatsapp saya untuk menanyakan kembali gagalnya ibadah haji tahun ini.

Lantas apa yang disampaikan para jemaah kepada kita?
Kan banyak jemaah yang sudah masuk usia lansia, mereka tidak gunakan Android (smartphone) jadi tak tahu update informasi pembatalan haji. Lalu mereka langsung datang ke kantor. Begitu mereka tahu batal banyak yang berlinangan air mata menangis, karena mereka kembali gagal berangkat haji.

Apa yang membuat para jemaah ini menangis menyampaikan keluh kesah mereka?
Rata-rata yang daftar ini kan usia lanjut, jadi mereka menangisi kegagalan berangkat haji. Para jemaah khawatir dan takut usianya tidak sampai sebelum berangkat ke tanah suci.

Menurut Anda kenapa pemerintah masih melarang keberangkatan haji?
Ini memang pil pahit kami rasakan, tetapi pahitnya itu diiringi rasa keyakinan bahwa keselamatan jemaah jauh lebih penting dan jadi prioritas utama.

Keputusan ini sangat bijak, karena pemerintah Indonesia dengan berani sejak jauh hari memutuskan adanya keberangkatan haji atau tidak pada tahun ini.

Baca juga: INI Kehendak Allah,2 KALI Batal Berangkat: Pasutri Ini Nyicil Biaya Haji dari Jual Sayur 10 Tahun

Baca juga: Haji 2021 Batal, Begini Cara Mengambil Dana Haji yang Sudah Disetor, Sembilan Hari Urusan Kelar

Apa alasan Anda menyatakan ini keputusan bijak?
Kepastian keberangkatan inilah yang ditunggu-tunggu oleh para jemaah dan para penyelenggara haji. Kita hampir setiap hari memantau dan memantau keberangkatan haji. Dengan waktu yang semakin singkat degan Wukuf di Arofah, pemerintah Indonesia berani mengambil keputusan tegas. Dengan demikian para jemaah tak lagi digantung nasibnya.

Dengan dibatalkannya kembali ibadah haji tahun ini, bagaimana melihat peluang Indonesia ke depan?
Kami harap Pemerintah Indonesia jangan sampai putus melakukan lobi ke pemerintah Arab Saudi. Baik ke Kementerian Haji dan Umroh serta Kementrian Luar Negeri.

Keberangkatan haji dipastikan batal pada tahun ini, bagaimana peluang Umroh yang musimnya sudah tidak lama lagi?
Kami harap kegiatan ibadah umroh yang musimnya sudah tidak lama lagi dibuka juga akan berimbas. Lobi pemerintah Indonesia ke Arab Saudi sangat diperlukan.

Untuk Umroh sendiri kapan akan mulai dibuka?
Kemungkin di awal bulan September tahun ini kegiatan Umroh mulai dibuka, jangan sampai putus lobi ini. Takutnya di awal Umroh juga akan ditutup bagi masyarakat Indonesia.

Anda melihat faktor apa yang membuat pemerintah Saudi memutuskan tidak menerima Jemaah asal Indonesia?
Banyak desas-desus menyebutkan dilarangnya jemaah asal Indonesia karena jenis vaksin yang digunakan tidak sesuai dengan regulasi pemerintah Saudi. Saat ini jawab pemerintah mengenai vaksin yang digunakan tidak sesuai regulasi juga tak bisa dipegang omongannya.

Dengan dibatalkannya kembali keberangkatan ibadah haji tahun ini, bagaimana mekanisme keberangkatan. Apakah akan ada perubahan?
Sesuai regulasi Kementerian Agama, untuk keberangkatan haji pada tahun ini sejatinya adalah jemaah yang tertunda di tahun 2020. Dengan catatan mereka tidak mengambil uang setorannya. Dengan tertundanya ini otomatis memperlama daftar tunggu jemaah lainnya.

Jadi jika tahun depan akan diberangkatkan, maka jemaah daftar tunggu tahun berapa yang berangkat haji?
Jika tahun depan Insya Allah berangkat maka otomatis yang berangkat adalah jemaah tahun 2020. Sebab, untuk keberangkatan haji sudah ada porsinya sendiri daftat tunggu berdasarkan by name, sehingga tidak bisa mendahului jemaah lain sesuai daftar tunggu. (oca)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved