Breaking News:

Berita Palembang

Sejak Tahun Lalu tak Manasik, Curhat Pengelola KBIH di Palembang Dampak Penundaan Haji: Pasrah

Namun seperti kebanyakan KBIH lainnya, pihaknya belum bisa memastikan kapan akan menggelar manasik haji secara langsung.

SRIPOKU.COM / Rustam Imron
Para jemaah KBIH IGM Al-Ikhsaniyah Palembang memperaktekan haji di kawasan duplikat Ka’bah, Asrama Haji Palembang, kemarin. Foto ilustrasi. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Untuk kedua kalinya, pemerintah Indonesia harus menunda keberangkatan jemaah haji ke tanah suci tahun ini akibat pandemi Covid-19.

Penundaan tersebut berdampak pada sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Palembang.

Dua kali keputusan penundaan tersebut membuat KBIH Al-Ghazali yang berkantor di jalan Sei Talo Kelurahan Siring Agung Kecamatan Ilir Barat I Palembang ini, tidak melakukan manasik haji bahkan sejak tahun lalu.

Baca juga: INI Kehendak Allah,2 KALI Batal Berangkat: Pasutri Ini Nyicil Biaya Haji dari Jual Sayur 10 Tahun

Baca juga: KISAH Penyadap Karet yang 9 Tahun Menabung Tapi Batal Berangkat Ibadah Haji, Cuma Bisa Bersabar

Belum ada kepastian keberangkatan ini membuat pengurus KBIH memilih untuk menunda aktivitas terkait persiapan haji, hingga dipastikan mendapat kuota keberangkatan.

Bendahara Yayasan KBIH Al-Ghazali, Khairiyah mengatakan adanya keputusan pemerintah menunda haji sudah pihaknya sosialisasikan kepa para jamaah.

Namun seperti kebanyakan KBIH lainnya, pihaknya belum bisa memastikan kapan akan menggelar manasik haji secara langsung.

"Manasik belum kami lakukan sejak tahun lalu karena ada penundaan ibadah haji dari Pemerintah. Tahun ini pun sama, tapi jemaah sudah kami sosialisasikan, terkait penundaan," ujarnya, Minggu (6/6/2021).

Meskipun dapat dipermudah dengan melaksanakan manasik haji online, namun para jemaah menolak dan tetap menunggu manasik digelar secara tatap muka.

Baca juga: Awal Mula Terkuaknya Kedok Penggelapan Uang Jemaah Umrah & Haji di Palembang, Laporan Warga Jakarta

Baca juga: Apa Hukum Menunda Naik Haji bagi Seseorang yang Sudah Mampu? Buya Yahya: Awas Dosa!

"Karena bagi jemaah manasik online tidak puas rasanya, informasi dan arahan yang diberikan tak tersampaikan secara maksimal," ujarnya.

Di KBIH Al-Ghazali terdaftar sebanyak 48 orang calon jemaah haji asal Palembang, yang juga sudah mendaftar sebagai peserta manasik.

Meski demikian, para calon jemaah haji tidak ada yang mengeluhkan mengenai keputusan tersebut.

Walaupun pihak managemen KBIH merasa berat hati karena para calon jemaah haji tersebut sudah menunggu lama untuk berangkat.

"Kami merasa tidak enak karena pembatalan ini, mereka sudah menunggu lama bahkan ada yang hanya bisa pasrah," ujarnya.

Penulis: maya citra rosa
Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved