Dokter Covid-19 di Malaysia Cuma Bisa Menghibur Pasien yang Sekarat, Benar-benar Memilukan
Ameer mengaku, para perawat tidak bisa menahan air mata mereka melihat anggota keluarga mengucap selamat tinggal pada kerabat mereka yang sekarat
Pasien juga punya telepon genggam khusus yang dipakai untuk menghubungi dan kerabatnya.
Panggilan video dilakukan setiap dua hingga tiga hari sekali, sehingga mereka dapat melihat orang yang mereka cintai.
Ameer mengakui bahwa momen paling memilukan adalah ketika anggota staf mengatur selamat tinggal melalui panggilan video.
Staf mencoba menghibur dengan berkata bahwa para pasien tidak meninggal sendirian.
“Kami melakukan video call dengan kerabat selama napas terakhir pasien sekarat.
Benar-benar memilukan," ujar Ameer. "
Upaya terakhir kami adalah memberi mereka kesempatan untuk melihat orang yang mereka cintai sebelum mereka meninggal," tambahnya.
Ameer mengaku, para perawat tidak bisa menahan air mata mereka melihat anggota keluarga mengucap selamat tinggal pada kerabat mereka yang sekarat.
Bahkan ada yang menangis saat merawat pasien dengan APD.
“Terkadang yang mereka butuhkan hanyalah sentuhan manusia.
Seseorang yang dapat memegang tangan mereka dan memberi tahu mereka bahwa semuanya akan baik-baik saja dan terus berjuang," ujar Ameer.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Pilu Dokter Covid-19 Malaysia, Setiap Hari Hibur Pasen Sekarat"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/dokter-malaysia-1.jpg)