Breaking News:

Jatanras Polda Sumsel Siap Turunkan Tim, Apabila Terjadinya Blokade di Jalinsum Muratara

Sebelumnya, blokade Jalinsum terjadi dilakukan oleh warga, Senin (17/5/2021) kemarin, tepatnya di Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit

Penulis: maya citra rosa
Editor: bodok
SRIPOKU.COM/MAYACR
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Christoper Panjaitan, Selasa (18/5/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Subdit Jatanras Polda Sumsel siap menurunkan tim pengamanan, untuk mengantisipasi jika terjadinya blokade lanjutan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Selasa (18/5/2021).

Sebelumnya, blokade Jalinsum terjadi dilakukan oleh warga, Senin (17/5/2021) kemarin, tepatnya di Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara. 

Herman Deru Kompak Kenakan Pakaian Adat, Pada Peringati Hari jadi ke-75 Provinsi Sumsel

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Christoper Panjaitan mengatakan, pihaknya sudah siap untuk menurunkan tim yang akan memback up dan mengantisipasi jika terjadinya berkelanjutan peristiwa blokade Jalinsum sebelumnya.

Meskipun demikian, blokade jalan sudah dibuka dan kondisi di Jalinsum tersebut sudah dibuka kembali.

"Kita akan memback up dan tim sudah siap untuk kita turunkan, ini agar mengantisipasi adanya blokade lanjutan, ujarnya, Selasa (18/5/2021).

Baca juga: PILOT Israel Terkejut Sasaran Ternyata Anak-anak, Abaikan Perintah Serang: Batalkan Serangan Udara

Blokade kemarin terjadi pukul 17.00 hingga 22.00, di Desa Karang Anyar, Desa Batu Gajah Baru dan Desa Maur Baru, Muratara.

Warga meminta kepada Pemkab Muratara untuk tidak melarang pesta malam yang sudah menjadi tren dan kebiasaan masyarakat sejak dulu.

Baca juga: Polres Lubuklinggau Siapkan 3.500 Rapid Test Antigen, Antisipasi Arus Balik di Perbatasan Bengkulu

Oleh karena itu, polisi siap mengantisipasi hal tersebut terjadi, meskipun saat ini kondisi dan situasi masih kondusif.

Christoper juga memastikan kejadian tersebut lantaran warga tidak terima peraturan daerah yang melarang adanya pesta malam.

"Iya warga tidak terima karena ada larangan pesta malam, sehingga mereka sempat bakar ban dan menutup jalan," ujarnya.

Selain itu, polisi bersama Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Muratara juga sempat melakukan mediasi langsung, hingga jalan kembali dibuka.

"Sekitar jam 11 siang tadi, pihak Polres Muratara dan pemkab juga sempat melakukan mediasi, situasi disana sekarang sudah kondusif," ujarnya.

Timnya siap untuk diturunkan kapan saja dibutuhkan, karena tidak menutup kemungkinan aksi lanjutan dapat terjadi.

"Kita siap diturunkan kapan saja, tim kita akan back up penuh, tapi semoga tidak terjadi aksi serupa," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved