Berita Lubuklinggau
Polres Lubuklinggau Siapkan 3.500 Rapid Test Antigen, Antisipasi Arus Balik di Perbatasan Bengkulu
Awalnya larangan mudik dan operasi Ketupat Musi ditetapkan pemerintah pusat dan Polda Sumsel sejak 6 Mei 2021 hingga batas waktu 17 Mei 2021 kemarin.
SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -- Senin (17/5/2021) kemarin merupakan hari terakhir pemberlakuan larangan mudik dan sekaligus operasi Ketupat Lebaran Idul Fitri 2021.
Awalnya larangan mudik dan operasi Ketupat Musi ditetapkan pemerintah pusat dan Polda Sumsel sejak 6 Mei 2021 hingga batas waktu 17 Mei 2021 kemarin.
Namun, operasi larangan mudik dan operasi Ketupat ini rupanya diperpanjang dengan operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 24 Mei 2021 mendatang.
Baca juga: Penggawa Sriwijaya FC Dicek Kesehatan Hingga Diswab Antigen Pasca Libur Lebaran Idul Fitri 1442 H
Baca juga: AKBP Imam Tarmudi Tes Swab Antigen Covid-19 Sebelum Pimpin Apel, Harus Tetap Jaga Kesehatan
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono didampingi Kasatlantas, AKP Budi Harto menyampaikan operasi KRYD sama saja dengan operasi Ketupat kemarin sasaran pengendara yang ingin melakukan arus balik.
"Sampai saat ini posko kita belum ada yang dibongkar, bila kemarin sasarannya adalah pemudik sekarang sasarannya pengendara yang akan melakukan arus balik," kata Budi pada Tribunsumsel.com, Selasa (18/5/2021).
Ia mengungkapkan, dalam pelaksanaan operasi KRYD kali ini Polres Lubuklinggau mendapat bantuan 3.500 alat rapid test antigen dari Polda Sumsel.
Rapid test antigen tersebut akan digunakan untuk mengantisipasi lonjakan arus balik.
"Setiap pengendara yang melintas khusus dari luar provinsi Sumsel akan dilakukan rapid test antigen, apabila hasilnya positif akan diserahkan dengan Satgas Covid-19 Kota Lubuklinggau," ujarnya.
Baca juga: Perbatasan Lubuklinggau-Bengkulu Padat kendaraan, Diperiksa Ketat Mau Wisata atau Silaturahmi
Baca juga: Warga Penuhi Masjid As-Salam Lubuklinggau, Salat Ied Berjamaah dengan Prokes Ketat
Kemudian, bagi yang negatif Covid-19 pengendara dipersilahkan melanjutkan perjalanan dengan catatan mobil pengendara tersebut akan dipasang stiker oleh petugas sebagai bukti telah dilakukan pengecekan kesehatan oleh Polres Lubuklinggau.
"Jadi dalam stiker itu tertera berapa jumlah penumpang dan tujuan akhir, jadi bisa dikatakan hampir sama saja dengan penyekatan arus mudik kemarin," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan selama 12 hari larangan mudik dan pelaksanaan operasi Ketupat Musi 2021 sebanyak 54 kendaraan pemudik antar kabupaten dan antar provinsi di putar balikkan ke daerah asalnya.
Menurutnya, sedikitnya kendaraan yang diputar balikkan ini karena banyak pengendara yang sudah tahu kalau mudik dilarang, saat ini rata-rata kendaraan yang melintas di wilayah perbatasan Lubuklinggau Bengkulu didominasi kendaraan lokal.
Sedangkan untuk kendaraan pemudik jauh mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, karena sejak awal sudah diberitahu bahwa larangan mudik ini berlaku secara nasional.
Baca juga: Gedebuk ! Petugas Kebersihan DLH Lubuklinggau Jatuh dari Truk saat Angkat Sampah ke Mobil
Baca juga: Ambulans RS Ar Bunda Lubuklinggau Dipaksa Putar Balik di Keramasan, di Dalamnya Ada Pasien Covid-19
"Yang paling ditekankan dalam Operasi Ketupat Musi 2021 ini adalah masyarakat yang mau melakukan arus mudik arah jauh. Sementara untuk warga lokal kita persilahkan khususnya mereka yang mau belanja ke Lubuklinggau," ungkapnya.
Tak hanya itu, melalui Operasi Ketupat 2021 pihak Polres Lubuklinggau juga melakukan pengetesan Covid-19 secara acak terhadap para pemudik.
Hasilnya dari 15 pemudik yang dilakukan pemeriksaan semuanya negatif Covid-19.
"Metode pemeriksaannya kita lakukan secara acak, alhamdulillah sejauh ini dari 15 yang kita lakukan pengetesan kemarin hasilnya negatif Covid-19," ujarnya. (Joy/TS)