Kontekstualisasi Makna Jihad, Respon Terhadap Kebijakan Moderasi Kurikulum

Politik kurikulum di Indonesia saat ini bergulir dengan komitmen pe­me­rin­tah untuk meredam paham radikal melalui melalui proses pendidikan.

Tayang:
Editor: Salman Rasyidin
ist
Dr. Abdurrahmansyah, M.Ag 

Dr. Abdurrahmansyah, M.Ag

Dosen Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang

Politik kurikulum di Indonesia saat ini bergulir dengan komitmen pe­me­rin­tah untuk meredam paham radikal melalui melalui proses pendidikan.

Re­gu­lasi pendidikan terbaru melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) 183 Ta­­hun 2019 mengatur arah pengajaran agama di sekolah dan ma­dra­sah ya­ng lebih berorientasi pada penguatan karakter menuju semangat mo­derasi ber­agama.

Kebijakan ini setidaknya telah menyulut sentimen be­berapa ka­langan umat Islam karena dianggap telah terlalu jauh meng­intervensi materi pengajaran agama Islam yang selama ini dianggap su­dah baku.

Kon­sek­wensi dari kebijakan ini diantaranya adalah tuntutan un­tuk merevisi konten jihad dan khilafah pada pelajaran Fikih dan Se­jarah Kebudayaan Islam.

Kebijakan kurikulum ini pada tataran akar rumput telah membelah pan­da­ng­an umat Islam mengenai konsep jihad.

Fenomena ini secara so­sio­lo­gis te­lah memaksa umat Islam untuk melihat dan memahami konsep jihad dalam ka­itannya dengan kebutuhan sosial politik umat Islam kekinian, dan bagai­ma­na konsep jihad harus dimaknai dalam konteks kehidupan ber­bangsa dan ber­­negara di Indonesia saat ini.

Dari sisi para pengajar a­ga­ma di sekolah, se­­tidaknya kebijakan seperti ini menimbulkan keter­ke­jutan akademik, ka­re­na sejak lama konten jihad telah dikenal dalam li­teratur keislaman.

Konsep Jihad: Tekstual dan Kontektual

Secara normatif ajaran mengenai jihad dalam Islam dapat dirujuk pada be­be­rapa ayat-ayat al-Qur'an di antaranya QS. al-Baqarah: 19; QS. al-Taw­bah: 20; QS. al-‘Ankabūt: 6, 69; dan QS. al-Hujurāt: 15. 

Sedangkan hadits ten­tang jihad terdapat dalam riwayat Ibnu Mas'ud bahwa: “Saya ber­tanya ke­pada Rasulullah, "Wahai Rasulullah! Amalan apa yang ter­baik?"

Dia men­jawab, "Untuk salat pada waktu-waktu yang telah di­ten­tu­kan sebe­lum­nya." Saya bertanya, "Apa selanjutnya dalam kebaikan?"

Dia menjawab, "Un­­tuk menjadi baik dan berbakti kepada orang tuamu.

"Saya le­bih lanjut ber­tanya, apa selanjutnya dalam kebaikan?

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved