Breaking News:

Kontekstualisasi Makna Jihad, Respon Terhadap Kebijakan Moderasi Kurikulum

Politik kurikulum di Indonesia saat ini bergulir dengan komitmen pe­me­rin­tah untuk meredam paham radikal melalui melalui proses pendidikan.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Dr. Abdurrahmansyah, M.Ag 

Ulama mazhab Syafi’iyah yang ma­yoritas dianut di Indonesia sejak awal memaknai jihad se­bagai tindakan su­ci memerangi orang-orang kafir dengan tujuan untuk mengagungkan Is­lam (Zuhaili, 2011).

Sebuah kitab penting yang ditulis oleh Syeikh Abdussomad al-Palimbani berjudul Nasīhah al-Muslimīn wa Tazkirah al-Mu’minīn fi Fadla’il al-Jihad fi Sabilillah wa Karamat al-Mujahidin fi Sabilillah menjadi sangat po­puler di kalangan umat Islam.

Kitab ini digunakan sebagai buku ajar da­lam ku­ri­kulum pengajaran Islam di masyarakat Melayu dan dipelajari se­cara luas se­jak abad ke-18 sehingga membentuk perspektif yang kuat mengenai jihad da­lam pengertian perang melawan orang kafir (Abdullah, 2017).

Dampak pe­ngajaran kitab ini, terbukti telah membentuk sikap ra­dikal para mujahid Is­lam sehingga membentuk pola perlawanan terhadap penjajah kolonial se­cara massif (Saefullah & Permana, 2019).

Bahkan kitab ini telah me­me­nga­ruhi cara pandang umat Islam nusantara me­nge­nai konsep jihad dalam arti perang.

Sebuah karya Hikayat Perang Sabil yang amat terkenal ditulis u­la­ma Aceh juga dipengaruhi oleh kitab yang ditulis oleh Syeikh Abdussomad al-Palimbani ini sehingga beliau di­kenal sebagai ulama sufi penganjur pe­rang jihad.

Namun, beberapa ulama seperti Syeikh as-Sa’adi (1991), Abu Qasim (2004), Ibn Katsir, al-Qurthubi, dan Zamakhsyari (2012) justru menolak me­mahami konsep jihad semata-mata dalam kontek mengangkat pedang, perang dan perlawanan fisik.

Namun sebaliknya bahwa kontekstualisasi pe­maknaan jihad sangat relevan dalam suasana negara damai (darus­salam).

Kurikulum Moderasi dan Konten Jihad

Kegelisahan pemerintah mengenai meningkatnya paham radikal di ling­ku­ngan institusi pendidikan melahirkan kebijakan kurikulum moderasi.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved