Breaking News:

Liputan Eksklusif

Profil Desa Pelang Kenidai Tempat Rumah Baghi Berdiri, Sehari-hari Terapkan Hukum Adat

Siapapun yang akan masuk ke desa tersebut harus patuh dan taat akan hukum adat yang ada.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
Rumah baghi, rumah khas Suku Besemah di Kota Pagaralam masih berdiri kokoh di Desa Pelang Kenindai, Kecamatan Dempo Tengah, Pagaralam. Namun kondisinya kini sudah banyak direkondisi karena usia hingga dijual pemiliknya. Foto diambil Sabtu (13/2) lalu. 

PAGARALAM, SRIPO -- Meski saat ini banyak hukum yang diberlakukan, namun warga Desa Pelang Kenidai masih patuh dengan hukum adat peninggalan nenek moyang mereka. Hal ini membuat warga desa tidak bisa seenaknya melakukan hal-hal yang dianggap melanggar hukum adat yang ada.

Tidak heran, sampai saat ini Desa Pelang Kenidai menjadi salah satu desa yang sangat aman di Kota Pagaralam. Penyebabnya, siapapun yang akan masuk ke desa tersebut harus patuh dan taat akan hukum adat yang ada.

Bujang (50), seorang warga Desa Pelang Kenidai mengatakan, hukum adat masih sangat kental diterapkan di desa. Bahkan jika ada hal-hal yang dinilai melanggar hukum adat yang ada maka akan diselesaikan dengan cara adat.

Baca juga: Rumah Baghi di Desa Pelang Kenidai Pagaralam Terancam Hilang, Dimakan Usia Hingga Dijual Pemilik

"Kami masih sangat patuh dengan hukum adat yang ada di desa kami. Jadi apa saja yang akan kami lakukan maka kami harus melihat apakah hal tersebut bertentangan dengan hukum adat kami atau tidak, jika bertentangan maka tidak akan kami lakukan," ujarnya.

Jika ada oknum yang melakukan hal yang melanggar hukum maka akan diselesaikan dengan hukuman sesuai dengan hukum adat yang ada. "Misalnya terkait adanya hal janggal mulai terjadi di desa kami, contohnya seperti ular masuk desa, maka warga akan melakukan acara sedekah untuk membersihkan desa kami dengan sedekah dusun yaitu mencuci pusaka yang ada di desa kami," ujarnya.

Jika ada hal yang tabu dilakukan di desa tersebut, seperti perbuatan asusila atau perbuatan tidak senonoh yang dilakukan warga setempat, maka oknum yang bersangkutan diwajibkan mengadakan persedekahan membersihkan desa.

Baca juga: Begini Uniknya Rumah Baghi di Desa Pelang Kenidai Pagaralam, Dibangun Mengelilingi Masjid

"Orang yang berbuat harus sedekah membersihkan desa dengan menyembelih kambing agar desa bisa kembali bersih dari perbuatan mereka," katanya.

Sementara Jurai Tue atau Juru Kunci Desa Pelang Kenidai, Harinasi mengatakan, warga juga takut jika ingin melakukan hal buruk di desa. Pasalnya akan berdampak langsung pada oknum yang melakukan.

"Desa kami ini sampai saat ini masih sangat aman, karena warganya takut melakukan hal kejahatan. Misalnya jika melakukan pencurian maka akan mendapat hukum adat yang langsung mereka terima seperti langsung jatuh sakit atau mendapat teguran dari nenek moyang kami," jelasnya.

Sampai saat ini juga warga desa tetap menjalankan sejumlah prosesi adat yang ada disana seperti sedekah memandikan pusaka desa, sedekah sebelum melakukan musim tanam dan sedekah untuk membagi mata air sawah.

"Kami masih sangat menerapkan hukum adat tersebut, jadi selain hukum negara yang ada kami juga sangat patuh dengan hukum adat yang ada disini hal ini demi keselamatan warga kami ini sendiri," ungkapnya. (one)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved