Breaking News:

Liputan Eksklusif

Begini Uniknya Rumah Baghi di Desa Pelang Kenidai Pagaralam, Dibangun Mengelilingi Masjid

Rumah baghi yang ada disini semuanya menghadap dan menggelilingi masjid yang ada di tengah-tengah permukiman.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Soegeng Haryadi
SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
Rumah baghi, rumah khas Suku Besemah di Kota Pagaralam masih berdiri kokoh di Desa Pelang Kenindai, Kecamatan Dempo Tengah, Pagaralam. Namun kondisinya kini sudah banyak direkondisi karena usia hingga dijual pemiliknya. Foto diambil Sabtu (13/2) lalu. 

BANYAK yang kagum akan keberadan rumah baghi ini. Menurut keterangan warga, sudah banyak peneliti yang datang ke Desa Pelang Kenidai untuk melihat secara langsung keunikan rumah tersebut.

Hal yang paling unik dan menarik perhatian yaitu tata letak rumah baghi yang didirikan mengelilingi masjid di desa tersebut. Selain itu, ukiran di rumah baghi juga menjadi daya tarik bagi peneliti dan wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

Keunikan tersebut karena pada zaman lampau, Sembilan Ulu Balang atau Sembilan Pendekar yang disebut sebagai pendiri Desa Pelang Kenidai sudah mampu menata dengan baik permukiman mereka. Bahkan hal ini menjadi banyak perhatian para arsitek nusantara bahkan luar negeri.

Baca juga: Rumah Baghi Pagaralam Terancam Hilang, Dimakan Usia Hingga Dijual Pemilik

Bukan saja tata letak rumah baghi yang cukup menarik dan dikagumi, namun pembangunan irigasi atau saluran air di desa tersebut juga sangat dikagumi oleh para ahli pembangunan dizaman sekarang, pasalnya saluran air didesa tersebut sudah sangat tertata dan memiliki fungsi yang baik.

Hariansi (46) juru kunci Desa Pelang Kenidai mengatakan, sebelum adanya rumah-rumah limas yang berdiri saat ini, perumahan di Desa Pelang Kenidai ini sudah sangat tersusun dengan rapi. "Rumah baghi yang ada disini semuanya menghadap dan menggelilingi masjid yang ada di tengah-tengah permukiman. Hal ini menunjukan zaman dulu moyang kami sudah mampu menata permukiman yang ada agar tampak rapi dan tertata," ujarnya.

Bahkan adat mendirikan rumah yang ada pada zaman Puyang Serunting Sakti dulu sampai saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Pelang Kenidai.

"Disini kita tidak bisa sembarangan mendirikan rumah seperti dikawasan lain. Disini warga harus berkoordinasi dengan Jurai Tue atau juru kunci sebelum mendirikan rumah karena tata letaknya harus diatur agar tidak membayangi rumah-rumah lainnya termasuk rumah juru kunci. Pasalnya hal ini sangat dilarang Puyang Serunting Sakti jika membangun rumah yang membayangi rumah lainnya," jelasnya.

Didesa Pelang Kenidai ini tidak boleh mendirikan rumah dengan membelakangi bagian depan rumah lain. Hal itu dinilai tidak menghormati pemilik rumah yang sudah bediri sebelumnya.

"Jika mendirikan rumah disini maka harus berhadapan atau bagian depan rumah harus berhadapan, jangan membelakangi bagian depan rumah warga yang ada karena memang dilarang dari zaman moyang kami dulu," ungkapnya.

Aturan itu jika dilogikan untuk zaman sekarang juga sangat masuk dengan logika. Pasalnya jika didepan rumah ada bagian dapur atau kamar mandi rumah lain maka dinilai tidak pantas.

"Jadi pemikiran nenek moyang kami dulu sudah sangat maju karena tata letak pembangunan rumah sudah mereka pikrikan agar terlihat rapi," katanya.

Bahkan diceritakan Hariansi, rumah baghi yang ada juga dibangun dengan sangat fungsional. Dirinya mencontohkan bahwa dibagian pintu depan rumah baghi terdapat lubang kecil yang sengaja dibuat oleh warga zaman dulu.

"Fungsi lubang itu untuk mengetahui siapa yang datang atau bertamu kerumah kita. Jika yang datang adalah wanita muda maka yang harus membuka pintu rumah yaitu anak dari pemilik rumah itu. Bahkan jika yang datang adalah wanita tua atau sudah bersuami maka yang harus membuka adalah istri dari pemilik rumah. Dan Fungsi lainya yaitu jika diintip dari lubang itu yang datang orang dengan senjata tajam atau orang yang memiliki niat jahat maka yang harus membuka adalah kepala rumah tangga dari rumah tersebut," jelasnya.

Ini menunjukan bahwa adat istiadat zaman dulu sudah sangat sopan dan sesuai dengan kebutuhan zaman sekarang. (one)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved