Breaking News:

Berita Palembang

OWNER Arisan Online tak ada Itikad Kembalikan Uang Member, 4 Wanita Ini Pilih Datangi Polda Sumsel

Mereka malaporkan owner arisan yang berinisial IM yang diketahui warga Kertapati Palembang ini karena tidak ada itikad sama sekali dari admin

Sripoku.com/Bayazir Al Rayhan
JS didampingi tiga rekannya yang sama-sama korban dari arisan online melapor ke Mapolda Sumsel karena tertipu total 500 Juta, Kamis (11/2/2021) 

Laporan wartawan SRIPOKU.COM, Bayazir Al Rayhan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Arisan online kembali menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat.

Kali ini arisan daring tersebut kembali memakan korban.

Sempat sebelumnya beberapa perempuan yang rata-rata merupakan mahasiswi melaporkan salah satu owner arisan karena tidak membayarkan hak para member senilai total Rp 1,4 M dari total member yang dirugikan sebanyak 180 member arisan.

Kali ini setidaknya 10 orang yang didominasi oleh mahasiswi mendatangi Polda Sumsel untuk melaporkan salah satu owner arisan online yang mereka ikuti karena tidak membayar sejumlah uang yang merupakan hak para member.

Mereka malaporkan owner arisan yang berinisial IM yang diketahui merupakan warga Kertapati Palembang ini karena tidak ada itikad sama sekali dari admin untuk membayar uang arisan mereka.

Laporan korban pun sudah diterima di Mapolda Sumsel dengan Laporan Polisi nomor : LPB/44/1/2021/SPKT.

"Kami melaporkan salah satu owner arisan online atas nama IM ke Polda Sumsel karena kami merasa tertipu dengan total seluruhnya hampir 500 juta," kata JS salah satu korban, Kamis (11/2/2021).

2 Remaja Wanita Ini Datangi SPKT Polda Sumsel, Owner Arisan Online tak Mau Bayar, Kerugian Rp1,4 M

Puluhan Ibu Muda di Kayuagung Tertipu Arisan Bodong Pasangan Suami Istri, Total Kerugian Rp 1 Miliar

Tips Agar Tidak Tertipu Arisan Online, Walaupun Keuntungan Besar

Dikatakannya, uang sebanyak 500 juta tersebut belum sama sekali dikembalikan oleh owner arisan dari total 40 member arisan.

Bahkan hingga saat ini, baik owner maupun admin arisan online tersebut tidak diketahui keberadaannya.

"Pihak owner dan admin tidak ada kabar sama sekali, dihubungi pihak keluarganya juga tidak dijawab. Ditemui juga tidak pernah ketemu, kejadian ini terjadi awalnya bulan Desember lalu," lanjut JS.

JS serta korban lain pun meminta dengan laporan polisi yang dibuat ini, pihak owner ada itikad baik untuk bertemu dan mengembalikan sejumlah uang mereka.

"Untuk proses hukum kami minta untuk dilanjutkan sampai semuanya selesai," katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan laporan korban sudah diterima di Mapolda Sumsel dengan nomor laporan : LPB/44/1/2021/SPKT.

"Kita masih melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut dan akan kita tindak lanjuti terkait laporan arisan daring ini," kata Supriadi.

Penulis: Bayazir Al Rayhan
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved