Breaking News:

Mainkan Guzheng Jelang Imlek,  Jade Music School Tetap Eksis Berkreasi di Masa Pandemi

Senar-senar tersebut disetel pada nada pentatonis China yang terdiri dari nada: do, re, mi, sol dan la. Guzheng dimainkan dengan cara dipetik senarnya

Editor: aminuddin
internet
Seoran perempuan memainkan guzheng 

SRIPOKU.COM, MEDAN - Guzheng atau kecapi Cina termasuk alat musik tradisional Cina yang paling populer. 

Guzheng mempunyai bentuk seperti kotak yang cembung dan terbuat dari kayu sebagai kotak suara, di atasnya terbentang 21 senar. 

Di tengah senar tersebut ditempatkan pengganjal yang dapat digeser untuk menaikan atau menurunkan frekuensi nada. 

Senar-senar tersebut disetel pada nada pentatonis China yang terdiri dari nada: do, re, mi, sol dan la.
Guzheng dimainkan dengan cara dipetik.

Jade Music School
Jade Music School (internet)

Pemain Guzheng biasanya dibantu dengan kuku palsu yang terbuat dari tempurung kura-kura atau plastik.

Tangan kanan pada umumnya digunakan untuk memainkan melodi, sedangkan tangan kiri digunakan untuk memainkan chord.

Pendiri sekaligus Kepala Jade Music School Ngartini Huang mengatakan Pandemi Covid-19 tak mengganggu aktivitas belajar siswa.

Jade Music School
Jade Music School (kompas.com)

"Dikarenakan Pandemi Covid-19, malah kami kebanyakan waktu untuk berkreasi untuk membuat lagu-lagu yang baru dan nuansa yang berbeda serta lebih inspiratif sehingga riang gembira bagi yang mendengarkan," ucap Ngartini Huang kepada Tribun Medan, Jumat (5/2/2021).

Ia menambahkan, Jade Music School ini dapat menjadi wadah yang lebih besar lagi untuk murid beraktivitas dalam bermain alat musik ini.

Selain itu, dengan adanya sekolah musik ini, Ngartini pun dapat menjalin kerjasama dalam Bidang Internasional.

https://medan.tribunnews.com/2021/02/05/aksi-5-perempuan-cantik-mainkan-alat-musik-guzheng-jelang-imlek 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved