Breaking News:

Buya Menjawab

Bagaimana Sikap Kita dalam Menghadapi Dilema sebagai Karyawan?

Dalam menjalankan tugas sebagai 'karyawan' kadang menghadapi dilema. Jika diikuti haram, tidak diikuti kita tersisih bahkan dimarjinalkan.

SRIPOKU.COM/ ANTON
Ilustrasi - Sebagai seorang muslim, diperlukan sikap istiqomah, jika sudah mengetahui sesuatu itu haram, maka bagaimanapun harus kita hindari apapu 

BUYA, dalam menjalankan tugas sebagai 'karyawan' kadang menghadapi dilema. Jika diikuti kita tahu bahwa itu haram, tetapi jika tidak diikuti kita tersisih bahkan dimarjinalkan. Bagaimana sikap kita, Buya? Mohon bimbingan. Terimakasih.
0812780xxxx

Jawab:
ANANDA sebagai seorang muslim, diperlukan sikap istiqomah, jika sudah mengetahui sesuatu itu haram, maka bagaimanapun harus kita hindari apapun risikonya. Perhatikan ayat Al Quran surah Al-Kahpi ayat 28 berikut.

Baca juga: Buya Menjawab: Boleh Sholat Jumat dan Corona Berakhir saat Bintang Tsurayya Terbit Pekan Kedua Juni

Dalam Al-Quran Surah Al Kahfi Allah berfirman, "Dan bersabarlah Kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridlaaNYA;dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini;dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami,serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melampawi batas". (ALKAHFI 28)

Berikut penjelasan Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Haritsah bin Wahbi R.a berkata(yang artinya): "Aku mendengar Rasulullah SAW.bersabda;Maukah kamu aku tunjukkan siapa ahli surga itu? Setiap orang yang lemah dan diremehkan,tetapi kalau ia berbuat baik kepada Allah niscaya Allah menganggapnya baik. Maukah kamu aku tunjukkan siapa penghuni neraka itu? Setiap orang yang kasar, keras dan sombong". (Riadlusshalihin Vol.I, hal. 244).

Rasulullah SAW. memberikan penjelasan bahwa penghuni surga itu adalah orang yang lemah dan diremehkan (oleh manusia), padahal apabila ia berbuat baik kepada Allah SWT niscaya Allah menganggapnya baik,bahkan apresiasi Allah sangat tinggi dengan keikhlasannya. Apabila dihubungkan dengan surah ALKAHFI ayat 28 di atas; Pemuda gua yang hidup dimasa raja Dekyanus yang sewenang-wenang dan minta di akui sebagai Tuhan, namun pemuda gua tetap pada pendirian mereka bertuhankan ALLAH SWT., lalu tersingkir dan dimarjinalkan, diremehkan dinilai lemah oleh penguasa ketika itu, justru disisi Allah mereka mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi.Mereka istiqomah,tidak mau mengikuti jejak orang-orang yang hatinya sudah dilalaikan Allah dari mengingat NYA.

Selanjutnya Rasulullah memberikan penjelasan tentang penghuni neraka adalah mereka yang kasar,keras dan sombong. Kenapa mereka kasar, keras dan sombong? Ternyata ada mekanisme yang menggiring mereka berhati keras;

"Jumudnya hati (hati yang tidak mudah tersentuh melihat kesusahan orang lain) disebabkan oleh kerasnya hati, hati yang keras disebabkan oleh banyaknya dosa,banyaknya dosa disebabkan oleh terlalu panjang angan-angan,panjang angan-angan disebabkan oleh terlalu mencintai dunia,terlalu mencinta dunia sebab dari segala kesalahan (dosa)."

Rasulullah Saw. pernah menyatakan, pada mulanya Islam itu dianggap orang sebagai barang asing (aneh dan ganjil). Dalam keadaan semacam itu, berbahagialah mereka yang rela dianggap orang sebagai orang asing, tidak mau turut-turutan terbawa arus umum, malah berjuang memperbaiki apa-apa yang sudah dirusak orang sesudahku.

"Selanjutnya dalam suasana santai Rasulullah Saw.menyampaikan peringatan yang serius; “Akan datang suatu masa dimana ummat-ummat lain akan berdatangan memperebutkan kamu, hampir-hampir ibarat segerombolan orang rakus, berkerumun berebut-rebutan disekitar hidangan makanan mereka.

Mendengar itu para sahabat terheran-heran kenapa sampai demikian nasib generasi ummat Islam sesudah mereka nantinya, mereka bertanya: ”Apakah lantaran di waktu itu kita berjumlah kecil Ya Rasul? Dijawab oleh Rasulullah Saw.: Bukan!, jumlahmu besar, akan tetapi kualitasmu adalah seperti buih yang terapung-apung di atas air bah.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved