Kisah Dokter Melawan Covid-19, Kerja 273 Hari Tanpa Henti, Tidur Cuma 3 Jam Sehari

Seorang dokter yang ikut berjuang di garis depan dalam melawan Covid-19 membuat sebuah pengakuan mengejutkan dan mengharukan.

Tayang:
Penulis: Ahmad Sadam Husen | Editor: adi kurniawan
Getty Images
Seorang dokter di Amerika Serikat sudah bekerja 273 hari berturut-turut menangani pasien Covid-19 di Texas, Amerika Serikat. 

Josep mengatakan "Di sini di Amerika, berita yang beredar sering berbeda satu sama lain, jadi kalau ada banyak berita soal kasus Covid-19, warga akan lebih mempercayai berita yang mereka anggap memberitakan Covid-19 tidak separah yang mereka kira."

Selama menangani Covid-19, Joseph mengaku kalau satu-satunya penyesalannya adalah tak bisa pergi jalan-jalan dengan sang istri yang sudah ia nikahi selama 34 tahun, Sara Varon (55).
Selama menangani Covid-19, Joseph mengaku kalau satu-satunya penyesalannya adalah tak bisa pergi jalan-jalan dengan sang istri yang sudah ia nikahi selama 34 tahun, Sara Varon (55). (Joseph Varon / SWNS)

===

Menurut Joseph, beberapa bulan yang lalu seorang petugas sekuritim rumah sakit bahkan menolak memakai masker karena menganggap Covid-19 tidak pernah ada.

Hasilnya, orang tersebut terjangkit virus corona, sempat dirawat namun dinyatakan meninggal dunia tak lama kemudian, dan orang tersebut meninggal saat ditangani oleh tim Joseph.

Sebelum meninggal, pasien tersebut sempat bersikeras meminta hasil tes kalau dia positif, tapi saat diberikan dan dinyatakan benar-benar positif, dia malah menolak dan bersikeras kalau dirinya tak terkena Covid-19.

"Saat itu petugas sekuriti itu terkena Covid-19, tapi dia malah menganggap kalau penyakitnya cuma hasil rekayasa !"

"Dia tak pernah percaya Covid-19 itu nyata, dan terus bersikeras kalau sakitnya itu cuma asma," uajr Joseph mengingat kembali kejadian tersebut.

Selain itu, Joseph juga mengaku kalau banyak rekan seprofesinya justru sering merasa enggan dan tak mau merawat pasien yang terjangkit virus corona.

"Para pasien COVID diperlakukan layaknya masyarakat kelas dua, banyak dokter dan perawat bahkan tak mau merawat mereka. Para pasien ini bahkan diperlakukan seolah mereka pengidap HIV," ujar Joseph."

===

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved