Breaking News:

Liputan Eksklusif

Gubernur Sumsel: Tak Ada Alasan Menolak Vaksin

Penyuntikan vaksin itu perlu dilakukan sebagai langkah pemutusan mata rantai penyebaran virus corona di Bumi Sriwijaya.

Editor: Soegeng Haryadi
AP PHOTO/TSAFRIR ABAYOV
Perawat Israel menyiapkan vaksin Covid-19 untuk disuntikkan di Barzilai Madical Center di kota Ashkelon, pada Minggu (20/12/2020) 

PALEMBANG, SRIPO -- Gubernur Sumsel, Herman Deru menyebut, tidak ada alasan bagi siapapun untuk menolak divaksin Covid-19, khususnya para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan.

Penyuntikan vaksin itu perlu dilakukan sebagai langkah pemutusan mata rantai penyebaran virus corona di Bumi Sriwijaya.

"Jadi tidak ada alasan untuk tidak mau divaksin. Yang harus diingat adalah vaksinasi ini wajib untuk masyarakat," ujarnya, Selasa (12/1).

Menurutnya, secara masif vaksinasi diawali dengan pemberian vaksin kepada Presiden RI pada 13 Januari 2021 mendatang.

Baca juga: Nakes Khawatir Vaksin, Jangan Sampai Jadi Percobaan

Dilanjutkan dengan pemberian vaksin kepada para kepala daerah mulai dari para Gubernur serta Bupati/Walikota termasuk para tenaga kesehatan.

Kewajiban vaksinasi tersebut berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.

Undang Undang tersebut bertujuan untuk mewujudkan tingkat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi rakyat Indonesia yang merupakan salah satu bagian dari tujuan pembangunan nasional.

Perubahan lingkungan hidup dapat mempengaruhi perubahan pola penyakit termasuk pola penyakit yang dapat menimbulkan wabah.

Baca juga: Curhat Seorang Nakes di Prabumulih Jika Nanti Divaksin: Takut tapi Siapa Lagi yang Akan Jadi Contoh

"Maka itu wabah ini bisa membahayakan kesehatan masyarakat serta dapat menghambat pelaksanaan pembangunan nasional jika tidak segera ditanggulangi," ungkapnya.

Sejauh ini diakuinya, Pemprov Sumsel siap untuk melakukan vaksin kepada masyarakat.

Saat ini sedikitnya ada 30 ribu vaksin yang telah tiba di Sumsel.

Apalagi vaksinasi sudah mendapat izin darurat atau EUA dari BBPOM secara nasional.

"Saya mengingatkan untuk dilakukan pengawalan dan pengawasan vaksinasi ini agar wabah corona bisa segera menghilang," jelas Deru.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebagian tenaga kesehatan di Sumsel yang bakal menjadi sasaran perdana vaksinasi enggan untuk disuntik lantaran belum ada uji klinis. Akan tetapi hasil uji klinis telah keluar oleh BBPOM, Senin (11/1). (oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved