Breaking News:

Ditahan KPK Kasus Lahan Kuburan, Johan Anuar: Aku Titip OKU Yo

Ia datang ke kantor KPK satu hari lebih cepat dari jadwal yang diajukan dalam permohonan penundaan minggu lalu.

Editor: Soegeng Haryadi
DOK. SRIPO
Sriwijaya Post edisi Jumat (11/12/2020); Aku Titip OKU Yo 

BATURAJA, SRIPO -- “Aku titip Kabupaten OKU yo, tolong didukung program Pak Kuryana,“ ujar Wakil Bupati OKU Drs Johan Anuar SH MM.

Kalimat tersebut diucapkan Wakil Bupati OKU Johan Anuar yang juga calon wakil bupati sebelum berangkat ke Jakarta untuk memenuhi pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sehari sebelumnya, Rabu (9/12), ia yang menjadi Calon Wakil Bupati OKU berpasangan dengan Calon Bupati OKU Kuryana Azis, memberikan hak suara pada Pilkada OKU.

Baca juga: Usai Mencoblos Pilkada, Johan Anuar Penuhi Panggilan KPK: Wabup OKU Langsung Ditahan 20 Hari

Johan Anuar, Kamis (10/12) resmi ditahan setelah datang ke KPK untuk memenuhi panggilan dari Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bahkan ia datang ke kantor KPK satu hari lebih cepat dari jadwal yang diajukan dalam permohonan penundaan minggu lalu.

Sesuai permohonan kuasa hukumnya Titis Rachmawati SH MH C.LA, pemanggilan agar ditunda sampai Jumat (11/12). Namun hari Kamis (10/12) Wakil Bupati OKU aktif yang mencalonkan diri sebagai wakil bupati ini sudah menghadap ke KPK dan langsung dilakukan penahanan.

Kuasa hukum Johan Anuar, Titis Rachmawati SH MH C.LA yang dihubungi via WhatsApp membenarkan kliennya ditahan KPK terhitung Kamis (10/12).

“Kita akan ikuti proses hukum, dan akan hadapi persidangan, semoga keadilan masih berpihak pada klien saya,” ujarnya.

Wakil Bupati OKU aktif ini sebelumnya Jumat (4/12) lalu diperintahkan menghadap ke kantor KPK dengan agenda pelimpahan barang bukti dan tersangka.

Baca juga: Berangkat ke Jakarta Bawa Pakaian & Perlengkapan, Wabup OKU Johan Anuar: Aku Prediksi Bakal Ditahan

Namun karena jadwalnya sudah terlalu mepet dan Johan Anuar sebagai peserta Pilkada OKU tahun 2020, sehingga kuasa hukumnya mengajukan permohonan penundaan sampai selesai pilkada tepatnya hari Jumat (11/12).

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved