Breaking News:

Liputan Eksklusif

Warga Palembang Sulit Dapat Pasokan, Buru Premium Sampai ke Ogan Ilir

Tak hanya premium, BBM Solar juga sulit didapatkan di sejumlah SPBU Palembang.

DOK. SRIPO
Sriwijaya Post, edisi Jumat (27 November 2020); Cari Premium Hingga ke OI 

PALEMBANG, SRIPO -- Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium kini semakin sulit didapatkan warga Palembang. Semakin berkurangnya pasokan BBM Premium di sejumlah SPBU mengiringi program langit biru dari pemerintah, sehingga BBM yang dipasarkan bahan bakar dengan RON (Research Octane Number) yang lebih tinggi dari Premium.

Dalam program langit biru ini, BBM Premium perlahan digantikan dengan Pertalite khusus yang memiliki harga setara premium. Secara otomatis, Premium jumlah premium kian sedikit.

Saat ini, masih ada empat SPBU di Kota Palembang yang tetap menjual premium, yakni: SPBU 21.302.04 Jl A Yani Plaju, SPBU 24.301.12 Jl Residen Abdul Rozak, SPBU 24.301.98 Jl Panahan Blok E dan SPBU 24.302. 123 Jl Yusuf Singadekane.

Baca juga: Video : Warga Palembang Sulit Dapatkan BBM Premium, Rela Antre Hingga Malam Hari

Sulitnya mendapatkan BBM Premium disayangkan warga Palembang. Harga BBM Premium yang lebih murah dibandingkan BBM jenis lain, yakni Rp 6.450 per liter.

Tak hanya premium, BBM Solar juga sulit didapatkan di sejumlah SPBU Palembang.

Dari pantauan Sripo pada Rabu (25/11), antrean BBM bersubsidi kerap kali terjadi di SPBU Jakabaring, Residen Abdul Rozak, SPBU Punti Kayu dan SPBU Lemabang.

Warga Palembang rela mengantre hingga malam hari untuk mendapatkan bahan bakar jenis tersebut. Kendaraan roda empat biasanya terlihat mengantre mulai dari sore hari hingga malam demi mendapatkan BBM dengan harga murah tersebut.

Baca juga: Premium tidak Akan Dijual Lagi di Pulau Jawa, Bali, dan Madura pada Januari 2021, Bagaimana Sumsel?

Ramainya kendaraan yang mengantre, membuat antrean kendaraan roda empat itu mengular hingga puluhan meter dari SPBU dan menyebabkan jalan menyempit dan menimbulkan kemacetan.

Rahmat seorang warga Palembang yang berprofesi sebagai sopir taksi online selalu memburu bensin jenis premium di SPBU Abdul Rozak bahkan hingga ke SPBU Pegayut Ogan Ilir. Selisih harga Premium yang cukup jauh dari BBM nonsubsidi pertalite, membuat ia rela antre panjang sampai malam hari.

"Kalau premium enaknya isi bensin Rp 100 ribu, mobil Ayla saya sudah full (penuh). Jadi tidak masalah kalau harus antre," katanya.

Halaman
123
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved