Breaking News:

Maradona di Mata Pelatih SFC Budi Jo: Kiper Timnas Inggris Lewat

Maradona dilaporkan meninggal setelah mengalami serangan jantung, Rabu (25/11) tengah malam.

Billboard
Diego Maradona. 

PALEMBANG, SRIPO -- Meninggal dunia legenda sepakbola dunia asal Argentina, Diego Armando Maradona membuat insan sepakbola dunia berduka, termasuk Pelatih Kepala Sriwijaya FC Budiardjo Thalib alias Coach Budi Jo. Ia mengaku mengidolakan sosok sepakbola.

Maradona dilaporkan meninggal setelah mengalami serangan jantung, Rabu (25/11) tengah malam.

Ia baru saja beberapa pekan keluar dari rumah sakit setelah menjalani operasi di kepalanya.

Baca juga: Video Kepergian Maradona Tinggalkan Duka, Ribuan Fans Turun ke Jalan Buenos Aires Beri Penghormatan

"Sebagai pemain ya, sebagai mantan pemain juga dan sebagai pelatih, Maradona merupakan sosok panutan," kata pria kelahiran Makassar 4 Juli 1970 ini kepada Sripo, Kamis (26/11).

Di mata Budi Jo, Maradona merupakan pemain yang fenomenal. "Saya melihat dia itu pemain yang cerdas dan pemain ini saya anggap fenomenal buat saya. Semua orang tahu bahwa Maradona adalah pemain besar. Waduh luar biasa banget Maradona buat sayalah," katanya.

Budi Jo mengingat persis gaya permaian Maradona yang menurutnya luar biasa. Salah satunya ketika melewati 7 pemain Inggris di Piala Dunia 1982.

Baca juga: Eks Pelatih Timnas Kenang Moment Bersama Maradona, Baik Sebagai Kawan Maupun Lawan: Kami Kehilangan

"Wah, gaya mainnya. Mulai dari dia bisa melewati orang sampai 7 pemain lawan Inggris di Piala Dunia 1982 kalau gak salah yang Argentina juara dunia itu. Sampai kipernya dilewatinya. Juga kontribusi buat tim dia itu sangat besar. Sangat berpengaruh buat tim nasional Argentina dan klub," katanya.

"Dia fenomenal karena dijuluki Si Tangan Tuhan lawan Inggris di gol keduanya. Kiper timnas Inggris, Peter Shilton gak bisa ngapa-ngapain pada saat itu. Padahal kalau kita berpikir ya, dengan loncatan tangan dengan kepala lebih terjangkaulah dengan tangan kan? Ini malah kepalanya Maradona Si Tangan Tuhan itu yang buat gol Argentina," tambahnya.

Sementara sebagai penghormatan kepada Diego Maradona, Argentina menjadikan hari berkabung nasional selama tiga hari. Maradona meninggal pada usia 60 setelah mengalami serangan jantung pada Rabu (25/11).

Baca juga: Wawancara Diego Maradona Sebelum Wafat: Harapan Ingin Bertemu Ibu & Lihat Warga Argentina Bahagia

Puluhan orang mengelu-elukan "Ole, ole, ole, Diego, Diego!" Mereka berkerumun di pinggir jalan. Pada saat konvoi puluhan motor polisi mengawal jenazah Maradona sebelum dimakamkan.

Halaman
12
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved