Breaking News:

Hari Ketiga Belas Cerita Bersambung (Cerber) Mangkuk (13) Hadir Lagi dengan Judul 'Babas Bingkas'

Tentu saja Mr Rahman tersinggung dan marah dengan ejekan itu. Dia banting kursi teras yang sudah rusak terkena ledakan ke rerumputan. Ha ha ha .......

ISTIMEWA
Ilustrasi tertawa 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - "GIMANA Tuan Rahman?"

Tanya si penelepon sambil tertawa mengejek.

Tentu saja Mr Rahman tersinggung dan marah dengan ejekan itu.

Dia banting kursi teras yang sudah rusak terkena ledakan ke rerumputan.

Ha ha ha ha ...

"Jangan kau banting kursi Tuan Rahman.

Kursi tak bersalah.

He he he ..."

"Kampret lu.

Awas lu.

Tunggu pembalasan dari gue," ancam si penelepon.

"Tunggu dimana Tuan Rahman.

Di bawah pohon belimbingkah, pohon nangka atau pohon kelapa?"

"Pohon kepala lu .."

"Di kepala saya tak ada pohon Tuan Besar.

Yang ada rambut.

Hua ha ha ha ..."

Guaaar ...

Hape dibanting keras ke lantai.

Hancur berantakan.

Tak bisa dipakai lagi sementara waktu.

"Belum tau siapa gue ha!

Gue pelites baru tau rasa  dia.."

Mr Rahman kembali ke ruang tamu setelah petugas rumahnya merapikan pecahan kaca jendela dan teras rumah.

Dia menarik nafas sejenak.

Tarikan nafas yang berat menyiratkan dendam kesumat ...

"Saya tak boleh biarkan dia menguasai saya.

Justru saya lah yang harus menguasai dirinya ..."

Tekad Mr Rahman dalam hati.

Berpikir sejenak.

Lalu tertawa sendiri ..

"Saya akan hubungi dia sekarang" ucap Mr Rahman.

Karena hape lama 'babas bingkas', terpaksa pakai hape baru.

Dia ambil dari laci meja kerjanya.

Cerber Mangkuk (13)

'Babas Bingkas'

Oleh WAK AMIN

Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved