Liputan Eksklusif

Pilih Konten yang Menarik Agar Diminati Milenial

Konten yang akan diunggah oleh para politisi harus tepat, menarik dan ditunggu para masyarakat di dunia maya alias netizen.

Editor: Soegeng Haryadi
DOK. SRIPO
Sriwijaya Post edisi Senin (19 Oktober 2020); Ingin Ngetop Sewa Buzzer 

PALEMBANG, SRIPO -- Pengamat Informasi Teknologi (IT) dari MDP Palembang, Rizky Pribadi mengungkapkan, cara para politisi dalam memanfaatkan media sosial (Medsos) untuk meningkatkan popularitas sangat efektif sekali.

Hanya saja, konten yang akan diunggah oleh para politisi harus tepat, menarik dan ditunggu para masyarakat di dunia maya alias netizen.

"Medsos ini sangat efektif untuk seorang tokoh memperkenalkan diri ke khalayak ramai," katanya menanggapi upaya para politisi di Palembang untuk meraih simpati masyarakat menuju Pilkada Palembang yang diperkirakan 2020 mendatang, Rabu (21/10).

Baca juga: Video Eksklusif : Calon Wako Palembang Mulai Gerilya, Calon Wako Sewa Buzzer

Dijelaskan Rizky, dari total penduduk masyarakat Indonesia yang berjumlah 268 juta jiwa, sekitar 160 juta saat ini aktif menggunakan media sosial. Para pecinta dunia maya ini pada umumnya merupakan anak-anak kalangan milenial.

Oleh sebab itu, jika seorang tokoh ingin mudah dikenal di media sosial, konten yang dipublish sebaiknya merupakan konten yang menarik seperti seperti keharmonisan dengan keluarga, berolahraga, berkebun dan aktivitas lainnya diluar politik.

Baca juga: Calon Wako Palembang Mulai Gerilya, Ingin Ngetop Sewa Buzzer

"Kalau bicara soal politik, anak muda tidak peduli dan pastinya mudah bosan. Jadi konten yang dipublish harus benar-benar menarik, agar pengguna dunia maya mau mengikuti akun si tokoh," jelas Rizky.

Menurutnya, tingginya antusias masyarakat dalam menggunakan sosial media tidak terlepas dari acara-acara yang kini tayang di sejumlah televisi tidak menarik dan terkesan monoton.

Berbeda dengan sosial media yang memiliki beragam konten-konten menarik, sehingga dapat membuat seseorang secara terus menerus menjadi ketagihan untuk memainkannya.

Baca juga: Dukung Calonnya, Pengusaha Biayai Buzzer Poles Popularitas

"Contoh saat kita nonton Youtube, pasti setelah video selesai kita dikasih rekomendasi video yang kemungkinan besar kita tertarik deng video itu. Karena medsos sengaja dibuat untuk membuat orang menjadi ketagihan," ungkapnya.

Sebelumnya, jika bicara Pilkada Kota Palembang masih jauh. Namun di lapangan faktanya para calon sudah mulai bergerilya di lapangan, teristimewa melalui media sosial. Hal itu tak lepas dari campur tangan buzzer yang mendongkrak popularitas para calon dengan cara-cara di media sosial. (oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved