Breaking News:

Liputan Eksklusif

Buzzer Dongkrak Popularitas Calon Wako, Targetkan Milenial Swing Voter

Awalnya ia bersama tim lainnya merasa tidak percaya dengan jasa para buzzer tersebut untuk meningkatkan popularitas.

Editor: Soegeng Haryadi
DOK. SRIPO
Sriwijaya Post edisi Senin (19 Oktober 2020) 

PALEMBANG, SRIPO -- Dari biasa jadi populer, itulah yang dirasakan oleh Eko salah seorang ketua tim sukses (Timses) di Palembang yang merasakan manfaat menggunakan jasa buzzer untuk mengkatrol popularitas politisi jagoannya dalam pilkada serentak pada tahun 2018 lalu.

Pria paruh baya ini mengungkapkan, politisi jagoannya yang merupakan politisi kawakan hanya memiliki tingkat ketenaran di masyarakat sekitar 5 persen saja sebelum mengikuti pesta demokrasi.

Baca juga: Video Eksklusif : Calon Wako Palembang Mulai Gerilya, Calon Wako Sewa Buzzer

Namun, setelah ketokohannya digarap di media sosial melalui tangan buzzer selama sekitar setahun, tingkat popularitasnya seketika melejit sampai 70 persen sesuai hasil lembaga survei.

"Popularitas seketika bisa melejit jika dipoles lewat permainan buzzer di medsos. Bisa dibilang berkat pola inilah popularitas bos saya melesat tajam di kenal masyarakat khususnya kalangan milenial di media sosial," katanya, Senin (19/10).

Ia mengungkapkan, awalnya ia bersama tim lainnya merasa tidak percaya dengan jasa para buzzer tersebut untuk meningkatkan popularitas.

Baca juga: Calon Wako Palembang Mulai Gerilya, Ingin Ngetop Sewa Buzzer

Apalagi, dalam melakukan kampanye pada umumnya di Sumsel ini para politisi lebih suka menggunakan gaya konvensional terjun langsung menemui masyarakat.

Namun, setelah mereka mendengarkan pola kerja dan melihat tokoh-tokoh nasional yang dapat menjadi viral berkat bantuan para buzzer membuat mereka akhirnya kepincut dengan jasa buzzer.

"Bisa kita lihat, pemerintah saja rela mengeluarkan anggaran miliar rupiah untuk jasa para influencer dan para pegiat medsos. Artinya, ada efek besar yang dihasilkan," kata Eko.

Menurutnya, untuk urusan biaya, para buzzer di Sumsel yang didominasi anak muda ini tidak mematok tarif terlalu tinggi.

Baca juga: Dukung Calonnya, Pengusaha Biayai Buzzer Poles Popularitas

Dengan anggaran Rp 20-30 juta perbulan buzzer ini siap bekerja dengan menaikkan popularitas seseorang.

Meski pada umumnya buzzer ini tak memiliki keterikatan langsung dengan lembaga politik, akan tetapi hasil yang digaungkan di medsos sangat efektif untuk meningkatkan ketenaran politisi.

"Melalui buzzer ini anggaran terjangkau namun efektifitasnya tepat sasaran. Apalagi untuk meraup suara kaum milenial yang merupakan swing voter," jelas Eko.

Dari pemantauan di lapangan, jasa para buzzer ini sudah mulai dimanfaatkan pada Pilkada Kota Palembang meski terhitung masih sekitar tiga tahun lagi.

Namun sejumlah tokoh mulai dari petahan hingga penantang mulai bergerilya mencari simpati warga kota melalui media sosial. (oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved