Liputan Eksklusif
Bike Messenger, Jadi Kurir Sekaligus Berolahraga
Sejak pandemi Covid-19 melanda jasa kurir bersepedanya mengalami peningkatan permintaan pengiriman paket dari pelanggannya.
PALEMBANG, SRIPO -- Jika pada umumnya jasa kurir atau ekspedisi menggunakan kendaraan bermotor seperti motor dan mobil, namun berbeda halnya yang dilakukan oleh Ismail seorang warga Palembang.
Ia memilih menjadi kurir dengan mengayuh sepeda mengelilingi kota pempek.
Meski dalam bertugas mengantarkan paket harus menggunakan sepeda, namun jasa antar yang dipatok oleh Ismail tak berbeda dengan jasa kurir bermotor. Untuk wilayah dalam kota Palembang, konsumen cukup membayar Rp 10 ribu.
• Segini Tarif Jasa Kurir Barang, Jauh Dekat Rp 10 Ribu Bisa Sampai Banyuasin KM 26
Adapun maksimum paket yang dapat dikirimkan dengan jasa kurir sepeda yaitu 3 kg dengan menggunakan ransel bermuatan 40 liter.
"Dalam kota ongkirnya Rp 10 ribu, kalau di lingkar luar kota seperti Gandus, OPI Jakabaring, Kenten Laut, Pusri dan lain-lain Rp 15 ribu," ujarnya, Kamis (8/10).
Ia menjelaskan, menjadi seorang kurir sepeda berawal dari kegemarannya berolahraga sepeda sejak beberapa tahun lalu.
• Jasa Antar Logistik Melesat Saat Pandemi, Kurir Dapat Fee 60 Persen
Aktivitas gowes yang semula hanya sekadar hobi, kemudian ditangkap anggota Palembang Bike Messenger ini sebagai salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan.
Baginya, menjadi seorang kurir bersepeda merupakan salah satu upayanya mengurangi polusi di Kota Palembang. Setiap harinya dia bahkan bisa menempuh jarak hingga 30 km untuk mengantarkan paket.
Waktu kerjanya dimulai pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB. Sepeda lipat miliknya pun telah dimodifikasi agar terasa nyaman digunakan untuk mengantarkan paket.
"Dengan sepeda ini kita bisa sekaligus berolahraga, mengurangi polusi udara dan mengurangi kemacetan lalu lintas," jelasnya.
• Video Eksklusif : Bisnis Jasa Kurir di Palembang Tumbuh Subur Dimasa Pandemi, Pelanggan UMKM Lokal
Seperti diketahui, dimasa Pandemi Covid-19, bisnis jasa pengantaran lokal di Palembang tumbuh subur. Baik melalui jasa kurir secara individu maupun bernaung dibawah perusahaan lokal kini banyak ditemui di kota pempek.
Para pelanggan jasa kurir ini pada umumnya merupakan sejumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seperti, online shop, kuliner dan jual beli hewan peliharaan di sosial media lainnya.
Diakuinya, sejak pandemi Covid-19 melanda jasa kurir bersepedanya mengalami peningkatan permintaan pengiriman paket dari pelanggannya.
Jika sebelumnya dalam sehari ia hanya bisa mengantar tiga paket, kini di masa Pandemi Ismail bisa mengantarkan 15-20 barang perharinya.
"Kebanyakan pelanggan saya kalangan kawan-kawan komunitas sepeda dan pengusaha online. Alhamdulillah orderan saat ini masih cukup tinggi," ungkap Ismail. (oca)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/bike-messenger.jpg)