Breaking News:

Penanganan Virus Corona

Identifikasi Virus Corona, Pemerintah Kembangkan Teknologi Artificial Intelligence

Baru-baru ini contohnya, pemerintah sedang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence

SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi Covid-19 

SRIPOKU.COM -- Pemerintah terus berupaya mencari solusi untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.

Baru-baru ini contohnya, pemerintah sedang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence

Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan teknologi artificial intelligence dikembangkan dalam bentuk health pass.

"Saat ini kita sedang mencoba menggunakan artificial intelligence untuk penanganan Covid-19. Baik itu dalam bentuk informasi lengkap dan kemudian kita kembangkan juga artifisial intelijen situ menjadi semacam health pass," tutur Bambang dalam webinar pada Selasa (6/10/2020).

Bambang menjelaskan health pass ini berisi data masyarakat yang berkaitan dengan status Covid-19. Sejumlah daya seperti jumlah pengetesan Covid-19 juga dapat dikumpulkan melalui teknologi ini.

"Health pass ini nantinya bisa berfungsi sebagai semacam pasport. Dapat identifikasi bahwa kita sebagai individu pernah rapid test berapa kali di mana, hasilnya apa, pernah swab test di mana," ungkap Bambang.

7 Poin Kontroversial Undang-Undang Cipta Kerja, Presiden KSPI Sebut Sangat Merugikan Buruh

Baru Satu Lab Patuhi SE Kemenkes, Penetapan Tarif Atas Tes Swab (RT-PCR) Sebesar Rp 900 ribu

Semangat Energi Berkeadilan, Pertamina Terus Dorong Pembangunan Lembaga Penyalur di Pelosok

Menurut Bambang, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi status Covid-19 seseorang ketika ingin bepergian.

Bambang mengatakan teknologi ini dapat membuat masyarakat tidak perlu membawa dokumen yang banyak.

"Sehingga tidak perlu siapkan pergi sana pergi sini harus bawa dokumen macam-macam hanya untuk membuktikan bahwa kita pernah rapid test, swab test, atau misalkan nanti dengan hembusan nafas," ucap Bambang.

Selain itu, health pass juga dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi status zona wilayah yang dituju.

"Satu lagi, harapannya health pass bisa menjadi bagian dari aplikasi individu untuk tahu apakah dia berada di daerah yang aman atau tidak, ya sekitarnya merah atau tidak," pungkas Bambang.

Seperti diketahui, Pemerintah lewat Satgas Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M (Memakai masker, rajin mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak).

Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Sehingga pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Bersama-kita lawan Virus Corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Editor: adi kurniawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved