Berita Ogan Ilir

Keluhan Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Ogan Ilir yang Dipecat Bupati, Nasibnya Kini tak Jelas

Nasib 109 tenaga kesehatan (Nakes) yang dipecat oleh Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam beberapa waktu lalu kian tak jelas

Penulis: RM. Resha A.U | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/RESHA, HANDOUT
Para tenaga kesehatan (Nakes) RSUD Ogan Ilir yang dipecat beberapa waktu lalu, saat bertemu dengan Aliansi Mahasiswa Ogan Ilir. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, MARTAPURA -- Nasib 109 tenaga kesehatan (Nakes) yang dipecat oleh Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam beberapa waktu lalu kian tak jelas.

Mereka pun gelisah, karena belum ada tindakan terkait pemecatan mereka di tengah Pandemi tersebut.

Salah seorang Nakes, D mengatakan mereka sangat kecewa dengan pengusutan kasus maladministrasi Bupati Ogan Ilir tersebut. Sebab meskipin telah muncul rekomendasi dari Ombudsman Sumsel beberapa waktu lalu, sampai saat ini nasib mereka masih terkatung-katung.

“Kami semangat lagi dengan adanya dukungan dari Aliansi Mahasiswa Ogan Ilir, dengan nasib kami. Kami menilai, bupati dan dirut RSUD melakukan pembohongan publik serta sangat zalim,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (4/10/2020).

Panca Wijaya Akbar Janji Pekerjakan kembali 109 Nakes RSUD Ogan Ilir Dipecat Ilyas Panji Alam

Aliansi Mahasiswa OI Datangi Ombudsman Sumsel Tanyai Perkembangan Honorer Nakes OI yang Dipecat

Bupati Ogan Ilir akan Revisi SK Pemecatan 109 Nakes, tidak Seluruhnya yang Bersalah Saja Dipecat

Seperti yang diketahui, pemecatan tersebut dinilai maladministrasi oleh Ombudsman Sumsel setelah diinvestigasi.

Tak hanya itu, alasan pemecatan pun dinilai tidak tepat di beberapa poin.

Di satu sisi, salah satu nakes di bagian IGD RSUD Ogan Ilir berinisial AD yang turut dipecat juga mengungkapkan kekecewaannya.

Sebelum mereka dipecat, awalnya IGD RSUD OI diserbu banyak pasien Covid-19 sekitar pertengahan bulan Mei 2020 lalu.

Namun Alat Pelindung Diri (APD) yang disiapkan untuk para nakes non satgas Covid-19 sangat terbatas, dan tidak ada edukasi penanganan pasien Covid-19 dari pihak managemen.

“Kami yang bukan tim satgas yang mengurus pasien Covid-19 itu, sedangkan tim satgas Covid-19 tidak disuruh. Managemen menganakemaskan mereka. Bahkan saat kami menolak, oknum manajemen langsung menyumpahi kami agar terkena Covid-19,” ucapnya.

Ia meminta agar hak-hak mereka dikembalikan dan kembali bekerja di RSUD tempat mereka mengabdi selama ini. Sebab mereka telah mengabdi terlalu lama di sana.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Mahasiswa Ogan Ilir Robiyanto saat dikonfirmasi, membenarkan sudah pernah bertemu dengan nakes yang dipecat.

Komitmennya mahasiswa dan Nakes siap bergandengan tangan untuk mengawal kasus ini sampai tuntas.

"Bupati incumbent yang saat ini sedang berkampanye dan Dirut RSUD Ogan Ilir Roreta dinilai zalim, karena tidak mengindahkan dan melaksanakan saran korektif keputusan Ombudsman. Akibat dari tindakan ini nasib mereka menjadi terkatung-katung," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved