Aliansi Mahasiswa OI Datangi Ombudsman Sumsel Tanyai Perkembangan Honorer Nakes OI yang Dipecat
Aliansi Mahasiswa Ogan Ilir (OI), Rabu (23/9/2020) siang mendatangi kantor Ombusdman Sumsel.
Penulis: Bayazir Al Rayhan | Editor: Refly Permana
Laporan wartawan Sripoku.com, Bayazir Al Rayhan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Aliansi Mahasiswa Ogan Ilir (OI), Rabu (23/9/2020) siang mendatangi kantor Ombusdman Sumsel.
Mereka mendatangi kantor Ombusdman Sumsel untuk bersilahturahmi dan juga untuk mempertanyakan tindak lanjut dari Ombudsman Sumsel terkait perkembangan terhadap pemecatan tenaga kesehatan (nakes) honorer Ogan Ilir yang dipecat oleh Bupati Ogan Ilir Ilyas Pandji Alam.
Namun para mahasiswa ini kecewa karena tidak bertemu dengan perwakilan dari Ombusdman Sumsel.
• Guru Siswa Dapat Kuota Internet, Sejumlah Sekolah di Empat Lawang ada yang Belum Terjangkau Sinyal
Perwakilan Aliansi Mahasiswa OI, Ivan Ilham, mengungkapkan kekecewaannya atas tidak adanya perwakilan dari Ombusdman Sumsel tersebut.
"Kalau kecewa, pastinya kecewa. Karena, Ombusdman Sumsel tidak komitmen dengan jadwal yang telah ditentukan.
Kami sudah memasukkan surat dua minggu lalu, tetapi ditunda untuk bertemu dengan alasan pihak Ombusdman Sumsel sedang berada di luar kota," kata Ivan, Rabu (23/9/2020).
• Sepasang Suami Istri Ditangkap Tim Hunter Bawa Sabu di Taman Nasional Purbakala Palembang
Dikatakan Ivan, mahasiswa diminta agar kembali datang ke Ombusdman Sumsel pada 28 September mendatang.
Dari hal inilah mahasiswa dari Ogan Ilir ini merasa kinerja dari Ombusdman Sumsel belum maksimal terhadap laporan yang masuk dari masyarakat.
Terlebih, saat ini honorer yang dipecat Bupati Ogan Ilir, Ilyas Pandji Alam secara sepihak sudah tidak sesuai prosedur.
• Ditinggal Mudik, Motor Milik Seorang Mahasiswa di Palembang Ini Hilang di Dalam Kosan
Karena, tanpa adanya alasan yang jelas, Bupati Ilyas Pandji Alam memecat secara sepihak tenaga medis honorer Ogan Ilir tersebut.
"Kami berharap, ada tindakan yang jelas dari Ombusdman Sumsel terkait tindakan sepihak yang dilakukan Bupati terhadap tenaga medis honorer yang dipecat.
Secara tidak langsung, tenaga medis honorer ini sudah dizhalimi bupati," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Ombusdman Sumsel, M Adrian saat dikonfirmasi mengatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu mengingat dirinya sedang berada di luar Kota.
"Saya koordinasikan dulu, saya posisi di Bangka sampai sabtu," singkat Adrian.