Understanding Islam : Menuju Sikap Bijak Beragama
Pemahaman kita kepada Islam biasanya selalu dimulai dengan pertanyaan, “Apa hukumnya”? atau “Apa dalilnya”?
Oleh: DR. Muhammad Noupal M.Ag
Dosen Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Pemahaman kita kepada Islam biasanya selalu dimulai dengan pertanyaan, “Apa hukumnya”? atau “Apa dalilnya”?
Pertanyaan ini sering muncul dalam diskusi lepas masyarakat kita, di sudut musholla atau di teras rumah.
Tidak salah memang.
Tetapi Islam, dan apapun yang ada di dalamnya, tidak selalu berhubungan dengan hukum atau dalil.
Di dalam Islam ada ideologi, pemikiran dan gerakan yang lahir dan berkembang dengan berbagai aspeknya.
Understanding Islam, seperti judul tulisan ini, diarahkan untuk mengerti arti dan makna yang terkandung dalam kata “Islam” secara baik, untuk tidak mengatakannyakomprehensif.
Memahami Islam, dengan kata lain, akan memerlukan banyak teori, pendekatan, paradigma atau metodologi.
Memahami Islam juga akan memerlukan banyak penafsiran, takwil atau tafhim.
Pendek kata, memahami Islam seharusnya tidak dilakukan melalui satu cara.
Islam, meminjam istilah Qureisy Syihab, ibarat intan permata yang setiap sudutnya memamancarkan cahaya. Islam adalah agama yang luas dan kompleks.
Menafsirkan Islam dari satu jalan, hanya membuat Islam terlihat lebih sempit dan kaku.
Pendekatan atau penafsiran yang beragam tentang Islam, sudah tentu akan menghasilkan pandangan bahkan pernyataan yang beragam pula.
Memaksakan satu aspek dalam penafsiran, hanya akan menutup aspek-aspek lain yang bisa saja berhubungan dengan Islam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/nouval.jpg)