Keluarga Meninggal Satu Persatu & Kini Seorang Diri, Pria Ini Minta Agar Tak Remehkan Covid-19

Sebuah kisah pilu tentang keluarganya yang terpapar Covid-19 viral di sosial media. Kisah ini diceritakan oleh pemilik akun Twitter

Tayang:
Editor: adi kurniawan
kompas.com
Foto ilustrasi virus corona 

SRIPOKU.COM -- Sebuah kisah pilu tentang keluarganya yang terpapar Covid-19 viral di sosial media.

Kisah ini diceritakan oleh pemilik akun Twitter bernama @Nonameaja35.

Dalam cerita yang ia unggah pada Sabtu 1 Agustus 2020 lalu, @Nonameaja35 mengingatkan publik agar tidak meremehkan Covid-19.

Sebab, ia telah merasakah sendiri bagaimana virus tersebut merenggut nyawa keluarganya satu per satu.

"Covid nggak main2 lo ya, keluargaku kena semua, ayah dan mamaku meninggal dalam 1 hari, selisih 30 menit aja, kemudian besoknya nenekku juga meninggal, sedangkan aku dirawat 18 hari, dan skrg harus hidup sendirian, jadi jgn dianggap remeh," tulis akun Twitter @Nonameaja35.

Dinilai Tidak Optimal Dukung Progam Pemerintah, Walikota Diminta Evaluasi Kinerja Kepala OPD

Fenomena Ekuinoks di Indonesia Akan Terjadi Besok, Selasa 22 September 2020 Begini Penjelasan BMKG?

2 Alasan Ini Jadi Pemicu Aksi Nekat Pasangan Kekasih Ini Mutilasi Manager HRD, Belajar Dari Youtube

tribunnews
Ilustrasi virus corona (Freepik)

Covid nggak main2 lo ya, keluargaku kena semua, ayah dan mamaku meninggal dalam 1 hari, selisih 30 menit aja, kemudian besoknya nenekku juga meninggal, sedangkan aku dirawat 18 hari, dan skrg harus hidup sendirian, jadi jgn dianggap remeh

— NdoroEndut (@Nonameaja35) Juli 31, 2020

Hingga Kamis (17/9/2020), unggahan tersebut telah disukai lebih dari 3.600 kali dan di-retweet lebih dari 1.100 kali.

Bagaimana kisahnya?

Bermula saat ayahnya tunjukkan gejala

Kompas.com menghubungi langsung Syah Fridan Alif, sang pemilik akun @Nonameaja35 yang membagikan kisah keluarganya kala terkena Covid-19.

Fridan bercerita, yang pertama kali terinfeksi Covid-19 di keluarganya adalah sang ayah.

Pada 30 Mei 2020, ayah Fridan mengalami gejala untuk pertama kalinya, yakni demam, batuk, dan sesak napas.

"Jadi waktu itu yang mengalami gejala pertama kali itu ayah saya mulai 30 Mei sudah mulai demam dan batuk kemudian sampai akhirnya sesak napas akut," kisah Fridan saat dihubungi Kompas.com, Kamis (17/9/2020).

Dikarenakan mengalami beberapa gejala tadi, sang ayah sempat diperiksakan ke dokter sebanyak tiga kali.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved